PB, JAKARTA – Ditahannya Setya Novanto dalam kasus E KTP oleh KPK, bukan berarti cerita berakhir, namun merupakan sebuah epidose baru, menurut Tundra Meliala, salah satu pengamat sosial dan juga salah satu alumnus Lemhanas yang banyak menyoroti persoalan hukum di Indonesia.

Menurut Tundra kisah episode terbaru digambarkannya akan lebih dahsyat, karena “pelarian” Setya Novanto yang beberapa kali lolos dari tangkapan KPK, akan membuat kisah terbaru, dimana beberapa nama yang selama ini begitu terbuka di umum akan semakin terbelah.

“Kita misalkan buah durian, kalau selama ini cuma baunya, maka tertangkapnya Setya Novanto bukan tidak mungkin akan juga menyeret nama lainnya yang selama ini sudah diketahui oleh amsyarakat,” ujar Tundra kepada pembawaberita.com

Bahkan nama Ketua KPK Agus Rahardjo yang sempat disebut sebut karena jabatannya sebagai salah satu pengambil kebijakan dalam pelaksanaan proyek E KTP juga menjadi harapan masyaraka, apakah pihak penegak hukum lainnya bisa melaksanakan penegakan hukum secara adil.

“Jika Agus memang terkait dan KPK tidak berani, sebaiknya pihak kepolisian segera bertindak untuk memeriksa Agus secepatnya,” ucap Tundra yang melihat jika kasus E KTP tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Apalagi nama nama yang disebutkan oleh Nazarudin melalui video yang sudah tersebar luas di sosial media, sampai saat ini masih banyak yang bebas berkeliaran, bahkan ada yang masih menduduki jabatan sebagai kepala daerah dan akan maju kembali.

“Benar tidaknya apa yang diucapkan oleh Nazarudin, sebaiknya pihak penegak hukum lainnya segera melakukan tindakan untuk memeriksa, karena masyarakat sedang menyoroti pihak penegak hukum yang dianggap tidak berani mengungkap kasus yang menyeret banyak anggota dan mantan anggota DPR.” ujarnya.

Tundra berharap kepada KPK untuk tidak berhenti di kasus E KTP karena kasus kasus lainnya, seperti Sumber Waras yang menggunakan alasan “tidak ditemukan niat jahat” bukanlah penyelesaian sebuah kasus yang jelas jelas telah merugikan negara milayaran rupiah.

(jall)

loading...