PB Jakarta – Nasib naas menimpa Anik (40) warga Jalan H Ali RT 05/04, Kampung Tengah, Kramatjati, Jakarta Timur. Usai mengamen bersamaan anaknya, Angga (5) di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan, Anik di temukan tewas di pinggir jalan. 

Kejadian memilukan itu di ceritakan Kepala Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Ansorie berawal dari laporan petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) posko Cilandak yang bertugas di simpang Cilandak KKO atau simpang Trakindo, jumat (17/11/2017) lalu. 

Pihaknya mendapati Anik sudah tergeletak di sisi jalan bersama Angga dengan posisi ukulele masih di genggam. Berdasarkan penuturan saksi, lanjutnya, Anik terjatuh bersama Angga saat turun dari bus Kopaja 605A jurusan Blok M – Kampung Rambutan yang melaju kencang selepas lampu lalulintas.

“Ketika Anik sedang ngamen di perempatan Cilandak, lampu berwarna hijau, sehingga Kopaja jalan. Anaknya si Angga bilang sama ibunya agar jangan turun (Bus), tetapi ibunya ngotot turun walau pun Kopaja sudah jalan,” ceritanya. 

Point Blur_Nov202017_094259Mendapati kejadian tersebut, petugas P3S Sudin Sosial Jakarta Selatan kemudian melarikan Anik dan anaknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu. Tetapi sayang, Anik yang mengalami luka pada bagian belakangan kepala itu sudah dinyatakan tewas. 

“Waktu turun, entah kopajanya sudah melaju kencang atau kaki kirinya menginjakkan tanah kurang pas, sehingga terpeleset dan akhirnya si ibu jatuh dan kepalanya membentur trotoar dan meninggal dunia. Tetapi beruntung Angga tidak mengalami luka yang parah hanya kepalanya benjol dan luka sedikit (tergores),” ungkapnya. 

Kabar duka tersebut kemudian di teruskan kepada pihak keluarga Anik, tidak berselang lama dua orang anaknya, yakni Daus (16) siswa kelas 1 SMK Pertiwi 1 dan Sabila (8) siswi kelas 2 SDN 06 Kramatjati mendatangi rumah sakit. Mereka menangis histeris begitu mengetahui sang ibunda telah meninggal dunia. 

IMG-20171119-WA0210“Di ceritakan kalau Anik mengamen untuk membiayai keluarga, karena suaminya hanya bekerja sebagai kuli panggul di Pasar Induk Kramatjati. Anik biasanya mengamen bersama anaknya Angga di kawasan Pasas Rebo, Kampung Rambutan dan Cilandak. Selain mengamen di jalanan Anik juga mengamen di Bus,” ungkapnya. 

Usai di mandikan, jenazah Anik, kemudian di bawa ke rumah duka oleh suaminya. Sementara, pihak Sudin Sosial Jakarta Selatan melakukan pendekatan agar sang anak dapat di asuh di Panti Sosial agar ketiga anaknya mendapatkan kehidupan yang layak dan dapat bersekolah serta tidak kembali mengamen di jalan. (Is)

loading...