PB, JAKARTA – Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik rupanya ingin ikut memperkeruh suasana di Indonesia. Moazzam mempertanyakan apakah masyarakat Papua tidak berhak mendapatkan pekerjaan ?

Selama perjalanan ke Papua kami menyewa 12 mobil. Tidak ada satupun sopirnya yang asli Papua. Apakah mereka berhak mendapatkan pekerjaan ?” tulis Moazzam melalui akun sosmednya @MoazzamTMalik.

Hal ini mengundang kegeraman ketua umum Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah atau biasa disebut Kokam, Dahnil Anzar melalui akunnya.

HE Moazzam, bg sy rakyat Indonesia Tweet ini sangat tidak pantas disampaikan seorang diplomat .” tulis @Dahnilanzar

Bukan hanya Dahnil Anzar, Tundra Meliala salah satu alumni Lemhanas juga mempertanyakan maksud tulisan Moazzam. Bahkan Tundra menuding jika Moazzam sepertinya ingin memperkeruh suasana dengan menjadikan persoalan warga Papua yang tidak menjadi supir rombongan mereka dengan keberadaan OPM di Papua.

“Tulisan Moazzam seakan ingin memprovokasi warga Papua marah dan membenarkan adanya OPM, yang selama ini selalu mengangkat isu soal kesejahteraan di Papua,” ujar Tundra dengan nada tinggi.

Selain itu Tundra juga meminta Moazzam untuk banyak membaca berita tentang masuknya pekerja dari China yang saat ini sudah berjumlah ribuan dan sedang berada di Papua.

“Moazzam seharusnya menanyakan kepada Presiden Jokowi, kenapa warga China dibiarkan masuk dan bekerja di Papua, kenapa Presiden tidak membuat Perppu khusus agar setiap perusahaan diharuskan mempekerjakan warga Papua lebih banyak dari warga lainnya,” pukas Tundra.

(jall)

loading...