PB, SEMARANG – Sejak munculnya video yang diunggah ke media sosial terkait dengan ucapan M. Nazarudin soal Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang menerima aliran uang panas dalam kasus KTP E di depan matanya, ketika masih menjabat sebagai Anggota Komisi II DPR RI, sangat membuat resah Ganjar.

Keresahan Ganjar dituangkan kepada wartawan ketika menjawab pertanyaan wartawan soal isi video M Nazarudin seusai menjadi saksi dalam sidang dengan terdakwa Andi Naragong, yang menyebut nama Ganjar ikut menerima uang dari E KTP sebesar 500 ribu US Dollar.

Ganjar membela diri dengan mengutarakan, ketika kesaksian oleh Gamawan Fauzi dan mantan Ketua Komisi II 2009 – 2014, Chairuman Harahap tidak pernah menyinggung atau menceritakan soal dana E KTP yang diterima, dan kesaksian yang diberikan oleh Nazarudin dianggapnya hanyalah rekayasa belaka.

“Dia (Nazarudin-red) menyebutkan duit itu dibagi bulan September sampai Oktober, padahal Bu Mustokoweni Murdi meninggal bulan Juni, rekayasa ini sudah sangat berlebihan,” ujar Ganjar di Griya Persada Convention Hotel and Resort Bandungan Kabupaten Semarang, Selasa (21/11/17).

Ganjar yang akan mencalonkan diri kembali sebagai Gubernur Jawa Tengah periode 2018 – 2022 dari PDIP merasa jika video tersebut, memiliki muatan politis untuk menjegal dirinya dalam pilkada nanti. Bahkan Ganjar menuduh jika adanya “Penumpang Gelap” dalam penyebaran video tersebut yang sengaja untuk menjatuhkan dirinya.

(jall)

loading...