PB JAKARTA – Berbagai cara dilakukan untuk bisa melanjutkan pembangunan Pulau “Buatan” Reklamasi yang sedang dikerjakan oleh para pengembang. Mulai dari mencoba untuk mendapatkan pemimpin daerah yang bisa “disetir” agar reklamasi bisa tetap dilanjutkan, hingga “menurunkan” bala bantuan dari para tokoh nasional.

Namun Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga uno tetap  keukeuh untuk menghentikan kelanjutan pembuatan Pulau Reklamasi yang sudah terlanjur menelan biaya ratusan milyar. Bahkan ditengarai sudah mencapai trilyunan.

Mulai dari Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang tetap memaksakan untuk melanjutkan pembuatan Pulau Reklamasi, sambil mencabut monitoring yang sudah diterbitkan pendahulunya, Rizal Ramli.

Lalu ada Wakil Presiden Jusuf Kalla yang “ikutan” membujuk Anies – Sandi untuk bisa memberikan kelonggaran agar pembuatan tetap dilanjutkan, namun juga tidak berhasil, hingga akhirnya Jusuf Kalla menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Anies – Sandi.

Yang terbaru, mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso yang mencoba untuk turun menghadapi Anies – Sandi dengan alasan untuk memberikan jalan keluar berupa win win solution. Bahkan untuk memperlancar usahanya, Sutiyoso yang sempat menjabat sebagai Kepala BIN, mencoba untuk “menakut nakuti” dengan ancaman jika tidak diteruskan akan membuat dunia iklim investasi di Indonesia parah.

Rupanya pernyataan Sutiyoso kepada media di Balaikota usai menemui Gubernur DKI, dinyinyirin oleh netizen dengan menyebut jika sebenarnya Sutiyoso ketakutan dikarenakan perjanjian kerjasama dan yang membuat Perda adalah Sutiyoso.

Halah! Situ yang bikin Perda, yang bikin Perjanjian Kerja Sama dll. Kenapa? Takut disusur sampai kesitu? ” @elisa_jkt yang dikenal sebagai salah satu  pakar masalah urbanisasi perkotaan yang getol menolak pembuatan Pulau Reklamasi.

Elisa Sutanudjaja juga seorang arsitektur, dan hobi melakukan perjalanan di Jakarta dengan Bus Transjakarta. Elisa pernah menerima tiga penghargaan pada bulan April 2010 menerima penghargaan Jenesy Young Leadership Program, pada bulan Juni 2010 menerima ASEF 2ND URBNET, dan Mei 2013 menerima penghargaan dari Eisenhower Fellowship. Dan pernah dipercayakan oleh Unesco memegang proyek dengan nilai 1 juta US Dollar, untuk revitalisasi kota tua dan situs Museum Dunia untuk Indonesia dan Afganistan.

(jall)

loading...