PB, SITUBONDO – Banyaknya celaan yang dilontarkan ke pihak Anggota Kepolisian Republik Indonesia oleh netizen membuat masyarakat banyak yang ikutan merasa jika hampir semua polisi melakukan tindakan yang dianggap akan menyengsarakan warga.

Namun tidak dengan kejadian yang dialami oleh seorang warga Situbondo, Saddam, ketika harus berurusan dengan salah satu anggota Kepolisian RI dari bagian Lalu Lintas Polres Bondowoso.

Saddam yang berangkat dari Kota Situbondo, harus terburu buru karena mengurus salah satu pasien yang sedang sakit dan perlu penanganan segera di Kota Bondowoso. Tanpa Saddam sadari ternyata di Alun Alun Kota Bondowoso Saddam melakukan pelanggaran ketika berhenti bukan pada tempatnya ketika lampu merah menyala.

Akibatnya Saddam harus berurusan dengan pihak Polantas bernama Citra, dan yang membuat Saddam lemas karena ternyata dirinya tidak memeriksa kelengkapan surat surat untuk kendaraan bermotor sebelum berangkat. Saddam akhirnya hanya bisa pasrah.

Namun ketika ditanyakan oleh Citra, Saddam menceritakan apa adanya terkait dengan pasien yang harus segera dia tangani, dan karena terburu buru akhirnya Saddam sampai lupa membawa surat kelengkapan dan juga melanggar marka jalan ketika lampu merah.

Rupanya Saddam mendapatkan kisah menarik baginya, setelah sekian lama dirinya memiliki pandangan buruk tentang aparat kepolisian. Karena Citra yang sedang memproses dirinya, justru tidak melakukan tindakan untuk menghukum perbuatan Saddam.

Dengan bijak, Citra hanya membalas kepada Saddam, jika tugas yang harus diselesaikan adalah persoalan kemanusiaan, dan Saddam dipersilahkan untuk melanjutkan perjalanan, namun Saddam diingatkan untuk tidak mengulangi kembali perbuatannya. Dan Saddam mendapatkan pengalaman baru untuk dirinya.

“Tak selamanya instansi kepolisian itu buruk, manusia itu kembali ke fitrahnya. Jadi saudaraku, berhenti mencela instansi, tapi sebutlah oknum,” ujar Saddam sambil mengutip salah satu sabda Rasulullah SAW.  “Sebaik baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”

(S. Umar)

 

loading...