PB, Kendari – Dalam beberapa hari terakhir  Mako Lanal Kendari dikuasai oleh Teroris. Untuk itu  Pimpinan TNI AL merencanakan operasi Raid Amfibi untuk menguasai kembali Mako Lanal Kendari. 

Dalam perencanaan operasi tersebut Pimpinan TNI AL mengerahkan kekuatan 20 personel Marinir yang dibagi dalam dua tim yakni tim penyerang dan tim pelindung. 

Oleh Pimpinan TNI AL, waktu operasi penguasaan kembali Mako Lanal Kendari ditentukan pada malam hari setelah waktu Isya.

Alhasil hanya butuh 30 menit seluruh Mako Lanal dapat dikuasai dan dikendalikan kembali oleh pasukan elit TNI AL tersebut pada Ahad (26/11). 

IMG-20171127-WA0058Dalam proses penguasaan kembali Mako Lanal Kendari itu,  sempat terjadi kontak senjata pertempuran jarak dekat dan tiga kali peledakan yang dilakukan oleh Tim Penyerang. 

Kegiatan tersebut  merupakan salah satu rangkaian latihan Jala Yudha Taruna AAL Tingkat IV Angkatan 63 Tahun 2017.

“Dengan selesainya latihan raid amfibi ini diharapkan dapat mencapai hasil latihan yang maksimal secara efektif dan efisien guna tercapainya tingkat kesiapan mental, fisik serta kemampuan dan keterampilan taktis dan teknis operasi khusus  guna  menghadapi tugas-tugas kedepan,” jelas Perwira Pelaksana Latihan (Palaklat) Mayor Laut (P) Joko Purwanto.

IMG-20171127-WA0056Dikatakannya pula bahwa tujuan latihan ini adalah untuk memelihara serta meningkatkan kemampuan dan profesionalisme prajurit Marinir guna melaksanakan fungsi dan tugasnya sebagai pasukan khusus TNI AL. 

Untuk diketahui dalam simulasi penguasan kembali Mako Lanal Kendari tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur AAL Laksamana Muda TNI Wuspo Lukito, S.E., M.M., Danlanal Kendari Kolonel Laut (P) Prio Budie Leksono, S.E.,M.M. (Enel-Sultra)

loading...