PB KEBUMEN — Istilah digugu lan ditiru, tidak berlaku untuk oknum guru salah satu SMK di Karanggayam yang satu ini. Pasalnya, profesinya sebagai guru tidak mencerminkan ketauladanan, bahkan dapat mencoreng profesi mulia itu sebagai panutan.

Seorang guru SMK berinisial ES (25) warga kecamatan Karangsambung harus berurusan dengan Kepolisian setelah diduga melakukan perbuatan asusila terhadap muridnya.

Sang guru telah menyetubuhi muridnya, Bunga (16) bukan nama asli warga kecamatan Sadang Kebumen.

Dirinya juga mengancam korban akan mengeluarkan dari sekolahnya, jika tidak melayani nafsu bejat tersebut.

Bahkan, kepada penyidik, guru yang kini berstatus tersangka itu telah menggagahi sebanyak empat kali.

“Kasus ini tengah ditangani Unit PPA Polres Kebumen. Tersangka masih menjalani pemeriksaan. Tersangka sudah mengakui perbuatannya,” ucap Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto, saat dikonfirmasi diruang kerjanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, tersangka melakukan aksi tercelanya itu pada hari Minggu (17/04) sekira pukul 13.30 wib saat rumah korban sepi.

“Saat kejadian tersebut, rumah sepi, hanya ada tersangka dan korban. Korban ini dibujuk tersangka untuk melayani nafsunya. Itu kejadian persetubuhan pertama kali,” jelas Willy menandaskan.

Aksi keduanya dilakukan tersangka saat muridnya itu di rumah kost korban di daerah Kebumen kota. Peristiwa itu terjadi pada Kamis tanggal 7 September 2017.

Selain di kost, menurut pengakuan tersangka, Korban juga digagahi dua kali lagi di daerah Banjarnegara sebanyak dua kali saat menjalani pengobatan alternatif.

Saat polisi melakukan penggeledahan pada tas tersangka, bukan hanya buku bahan pelajaran yang didapat. Namun polisi juga menemukan alat kontrasepsi di tas tersebut,tambahnya.

Polisi juga menemukan beberapa chat mesum tersangka dengan beberapa wanita lain pada ponsel pintar miliknya yang intinya ajakan berhubungan badan.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal pasal 81 UU RI No. 17 tahun 2016 tentang persetubuhan d bawah umur undang undang perlindungan anak.

Tersangka diancam kurungan penjara minimal 5 tahun penjara. (Kun)

loading...