PB, JAKARTA – Bendera dan Panji yang menjadi sebuah penegasan dari Rasulullah SAW, yang bertuliskan, “LA ILAHA ILLALLAH MUHAMMAD RASULULLAH” atau yang biasa disebut kalimat Tauhid dan biasanya dibawa oleh umat muslim dalam setiap aksi, menjadi salah satu obyek yang diawasi bahkan terkadang disita oleh aparat keamanan.

Selain pihak kepolisian, beberapa video yang memeprlihatkan Anggota Banser dibawah kepemimpinan Yaqut Cholil Qoumas ikut ikutan melakukan sweeping kepada peserta yang mencoba memakai atau mengibarkan.

Daulah Islamiyah memiliki dua buah tanda, berupa bendera (Al-Liwa’) dan juga panji (Ar-Rayah). Inilah apa yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah s.a.w. semasa tegaknya Daulah Islamiyah pertama di Madinah al-Munawwarah pada tahun 622M. Dari segi bahasanya, bendera dan panji di dalam bahasa Arab disebut ‘alam.

Bendera milik Rasulullah biasanya disebut Al Liwa’ berwarna putih dan tertera dua kalimat syahadat ini, dengan warna hitam. Dalam riwayat Ibnu Abbas mengatakan, bendera Nabi Muhammad s.a.w. berwarna putih, sedangkan panji Rasulullah berwarna hitam dengan tulisan putih.

DQBgKIsVwAAm4Jq

Namun kini dalam acara Reuni Alumni 212 yang diselenggarakan di Monas Jakarta Pusat, bendera dan panji Rasulullah berkibar tanpa ada gangguan darimanapun. Bahkan pihak keamanan dari kepolisian yang biasanya mencoba untuk mengambil nampak tidak memperdulikan para peserta Reuni Alumni 212 yang mengibarkan Bendera tersebut.

Bahkan dari pantauan media ini, beberapa pedagang juga menjajakan kalimat Tauhid ini untuk dipakai sebagai pengikat kepala, dan juga banyak anak anak kecil ikut memakainya. Namun ada yang nampak cukup mengesankan ketika seorang peserta yang memakai ikat kepala bertuliskan dua kalimat syahadat ini, duduk berdampingan dengan seorang anggota Brimob tanpa harus saling mencurigai. Bahkan ketika akan diambil gambar tanpa merasa keberatan bersedia untuk dipotret.

(jall)

loading...