PB, INTERNASIONAL – Protes terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang dengan angkuhnya mengakui penjajahan yang dilakukan oleh Israel kepada Palestina yang mencaplok tanah Yerusalem dan mengklaim wilayah tersebut sebagai ibukota negara Israel. Semakin berkembang luas.

Bahkan untuk menunjukkan keseriusan Donald Trump terhadap pengakuan kepemilikan tanah wilayah Al Quds atau biasa disebut Jerusalem sebagai bagian dari Israel dan bukan lagi milik Palestina, Amerika Serikat berencana untuk memindahkan Kantor Kedutaan Besar mereka dari Tel Aviv ke Al Quds.

Jerusalem sendiri adalah salah satu lokasi situs sejarah keagamaan yang dimiliki oleh tiga agama, Islam, Kristen dan Yahudi. Dan untuk menguasai seluruh wilayah tersebut, tentara Israel berusaha mengusir warga Palestina dari Mesjid Al Aqsa, Kiblat pertama umat muslim sebelum kemudian diperintahkan oleh Allah SWT ke Ka’bah.

Akibatnya gelombang protes terhadap kebijakan Donald Trump dan pihak Israel terus berdatangan dari berbagai negara yang dilakukan oleh warga yang beragama muslim dan pendukungnya. Gelombang protes ini bahkan diperkirakan akan semakin masif dan membesar jika pihak Amerika dan Israel tetap melanjutkan rencana mereka.

Sebuah video yang diunggah oleh akun milik salah satu stasiun televisi internasional Al Jazeera, memperlihatkan gelombang protes, mulai dari warga negara Palestina yang jumlahnya mencapai ribuan, kemudian mendapat dukungan dari negara Somalia, Turki, Mesir, Pakistan, Yaman, Syria, Indonesia, Malaysia, Jordania, Tunisia, Lebanon hingga ke Chicago Illinois Amerika Serikat. Turun ke jalan dan membentangkan bendera Negara Palestina.

“Jika di Indonesia ada Ahok yang memicu munculnya gerakan 7 juta umat Islam berkumpul di Monas. Maka kali ini dunia Islam muncul muslim hingga puluhan atau ratusan juta bahkan bisa jadi milyaran manusia muncul dari berbagai negara memprotes, akibat sikap Donald Trump dan Israel,” ujar Heikal salah satu Bakal Calon Walikota Bekasi. Menurut Heikal saat ini jumlah penduduk dunia yang beragama Islam sudah mencapai 1,8 milyar.

 

loading...