PB, INTERNASIONAL – Kondisi di Yerusalem pasca klaim sepihak yang dilakukan oleh pihak Israel dengan menyebut Kota Jerusalem atau Al Quds sebagai Ibukota Negara Israel, semakin memanas, hal ini ditambah dengan keinginan Presiden Donald Trump yang menginginkan untuk memindahkan kantor Kedubes AS ke Jerusalem.

Bukan hanya di Palestina saja yang tegang dan terjadi keributan dengan pihgak Israel, namun beberapa warga dari negara lainnya, terutama umat muslim, juga ikut melakukan demo menuntut agar Israel dan Amerika menghentikan segala bentuk klaim dan kekerasan yang dilakukan kepada warga Palestina.

Demo di Indonesia, Maroko, Pakistan, Tunisia, Inggris, Belanda, Amerika Serikat dan juga beberapa negara lainnya termasuk Malaysia, dengan maksud untuk memberikan tekanan kepada negara negara lainnya untuk membela Palestina, dari penjajahan yang dilakukan Israel.

Perdana Menteri Turki, Reccep Tayep Erdogan yang selama ini sangat keras mengkritik sikap Israel bahkan ikut mengancam kini mulai menggalang dukungan dari pemimpin negara lainnya untuk mau mengambil sikap atas kondisi Jerusalem yang dihuni oleh situs tua sejarah agama Islam, Kristen dan Yahudi.

Islam sendiri memiliki Masjid Al Aqsa, mesjid yang menjadi kiblat pertama umat Islam, sebelum diperintahkan oleh Allah SWT untuk berpindah ke Ka’bah. Hal ini memicu kemarahan umat Islam di dunia. Karenanya Erdogan perlu untuk menggalang dukungan dari pemimpin Islam lainnya.

Salah satunya adalah Perdana Menteri Malaysia, Mohd Najib Tun Razak yang terpaksa membatalkan pertemuan tahunan dengan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, yang sudah dijadwalkan sebelumnya.

Dalam akunnya @NajibRazak menuliskan jika 3 hari sebelumnya Presiden Erdogan menelponnya untuk menghadiri persidangan khusus dengan anggota OIC lainnya, karena suara Malaysia dianggap sangat penting untuk pengambilan keputusan terhadap sikap Israel terhadap Jerusalem.

“3 hari lepas Presiden Erdogan telefon minta saya hadir Persidangan Khas OIC kerana suara Malaysia penting. Saya batalkan rundingan tahunan dengan Singapura dan terangkan kepada Perdana Menteri Lee Hsien Loong, isu Baitulmaqdis ini cukup penting kepada umat Islam seluruh dunia.” @NajibRazak.

OIC (Organisation of Islamic Cooperation) atau yang kita kenal dengan nama OKI sendiri adalah sebuah organisasi yang berisikan negara negara Islam. Indonesia termasuk didalamnya. OKI pertamakali dibentuk akibat tindakan pembakaran Mesjid Al Aqsa yang dilakukan oleh kelompok teroris Kristen dan Yahudi pada 25 September 1969.

Kini 57 negara anggota akan kembali mengambil keputusan terhadap tindakan Israel yang bermaksud untuk mengklaim dan mengontrol Jerusalem sebagai wilayah mereka. Hal ini tentunya akan merugikan umat Islam, terutama di Palestina.

(jall)

loading...