PB, JAKARTA – Penghadangan yang dilakukan oleh beberapa warga Bali yang tergabung di dalam beberapa Ormas yang berada di Bali terhadap kehadiran Ustad Abdul Somad memunculkan kemarahan umat Islam lainnya.

Alasan para penghadang, karena Ustad Abdul Somad dianggap tidak mencintai Pancasila dan Bendera serta Lagu Indonesia Raya. Hingga mereka meminta syarat jika Ustad Abdul Somad akan berceramah di Bali harus mau menyanyikan lagu Indonesia raya dan mencium Bendera Merah Putih.

Hal ini langsung  mendapat tanggapa dari umat Islam. Bahkan tidak sedikit yang menyebarkan kegiatan Ustad Abdul Somad selama di Riau. Dimana Ustad Abdul Somad sering melakukan perjalanan ke beberapa daerah ayng terpencil untuk memberikan bantuan berupa pendidikan dan juga tata cara untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dengan beternak lebah untuk diambil madunya.

Bahkan beberapa foto yang dimuat memperlihatkan bagaimana Ustad Abdul Somad tanpa merasa risih menjadi “pasukan pengerek” ketika akan mengibarkan bendera merah putih di depan bangunan sekolah yang ada di desa yang dikunjungi.

Ustad Abdul Somad sendiri merasa heran dengan “kelakuan” para pembenci ustad dan ulama, karena selalu mendapatkan label sebagai intoleran atau dianggap tidak mau mengakui keberadaan demokrasi di Republik Indonesia.

Akhirnya Ustad Abdul Somad mengeluarkan pernyataan untuk mengingatkan kepada pembencinya yang selalu saja berusaha menjadikannya sebagai orang yang tidak suka dengan demokrasi NKRI. Ustad Abdul Somad menceritakan bagaimana kondisi ketika dirinya akan berangkat menuju Mesir untuk melanjutkan pendidikan agama di Al Azhar.

Kata Siapa Saya Anti-NKRI Sebel berangkat ke Mesir tahun 1998. 100 Anak-anak Indonesia yang diberangkatkan haru lulus test Pancasila & P4. Saya adalah salah satu yang lulus test Pancasila & P4.” ujar Ustad Abdul Somad.

 

loading...