PB, Kendari  – Tim Verifikasi Independen melakukan peninjauan smelter PT Mahkota Konaweha di Kecamatan Nambo Kota Kendari, Selasa (12/12).

Kepada wartawan, Meydi Katrine Lengkey yang mendampingi Tim Verifikasi independent tersebut mengatakan kedatangan mereka di Area Smelter PT Mahkota Konaweha adalah untuk meninjau progres pembangunan smelter tersebut.

“Mereka memastikan sudah sejauh mana kemajuan pembangunan Smelter ini,” ujar Meydi usai acara peninjauan tersebut.

Lanjutnya, Tim Independent tersebut mengapresiasi kemajuan pembangunan smelter yang digagas oleh PT Mahkota Konaweha tersebut karena telah sesuai dengan yang diharapkan.

Pantauan pembawaberita.com, selain meninjau progres pembangunan Smelter, Tim juga menyaksikan uji coba proses pemurnian biji nikel di tungku pembakaran (furnace) smelter PT Mahkota Konaweha tersebut.

IMG-20171213-WA0223Meydi menuturkan dari hasil uji coba pembakaran melalui tungku Smelter PT Mahkota Kanaweha itu, kadar fero nikel (Feni) yang dihasilkan mencapai 19% dari bijih nikel (ore) berkadar 1.8%.

“Kadar feni dari uji coba pembakaran tadi sesuai ekspektasi mereka (Tim independent red),” terang Meydi.

Meydi menerangkan teknologi smelter yang digunakan oleh PT Mahkota Konaweha memungkinkan ore berkadar rendah dapat diolah menghasilkan feronikel berkadar tinggi.

IMG-20171213-WA0224Oleh karenanya Meydi yang juga Sekjen Asosiasi Petambang Nikel Indonesia (APNI) berharap PT Mahkota Konaweha menjadi pioner pemanfaatan ore nikel berkadar rendah di Sultra. (Enel-Sultra)

loading...