PB, JAKARTA – Sejak diberlakukannya tiket elektronik untuk Bus Transjakarta, banyak masyarakat yang tidak lagi menggunakannya, terutama dikalangan yang tidak dalam kesehariannya menggunakan Transjakarta.

Seperti yang dialami oleh tiga penumpang yang berasal dari sebuah wilayah Jawa Tengah yang bermaksud untuk naik Bus Transjakarta dari Terminal Kampung Rambutan, awalnya dikira seperti kendaraan angkutan umum lainnya, namun begitu sampai di loket mereka diberitahu oleh salah satu penumpang lainnya agar membeli terlebih dahulu tiket berupa kartu elektronik yang berisikan harga tiket.

Begitu harga diketahuinya Rp. 40 ribu dengan isi Rp. 20 ribu, ketiganya langsung saling pandang dan beranjak pergi. Kepada media pembawaberita.com ketiganya mengaku jika mereka akan menuju ke wilayah Harmoni menemui rekan mereka untuk.

Kami cuma sekali pakai mas, masa kartunya mau dibawa pulang ke kampung, trus (tiket elektroniknya) mau diapain di kampung nanti ?” ujar salah satu rekan mereka yang wanita.

Rupanya pengalaman pahit ketiga warga dari Jawa Tengah ini, juga dialami oleh salah satu pemilik akun bernama @Nasrul_arrum yang terpaksa membatalkan niatnya untuk menumpangi Transjakarta dari arah Terminal Kampung Melayu ke Halte Senen Jakarta Pusat.

Pernah ngalamin di terminal kmp melayu mau ke senen,begitu ngeliat aturan ny (kl gak salah 40rb diluar ongkos)…langsung balik kanan naik mikrolet 01..” tulis @Nasrul_arrum.

Beberapa diantaranya juga menyetujui untuk memperbaharui kembali sistim tiketing yang diberlakukan oleh Pemprov DKI sejak jaman Ahok menajdi Gubernur. Menurut mereka sebaiknya Pemprov meniru sistim tiketing yang dipakai oleh pihak KRL.

Dimana setiap tiket elektronik seharga Rp. 13 ribu, setibanya di stasiun yang dituju, pihak penumpang dapat menukarkan kembali kartu seharga Rp. 10 ribu.

(jall)

loading...