PB, JAKARTA – Pertarungan kursi Gubernur Provinsi Kalimantan Timur menyisakan cerita miris, ketika adanya dua orang bakal calon gubernur yang saat ini sedang menghadapi kasus hukum yang sedang disidik oleh pihak Polda Kalimantan Timur.

Pertama Walikota Balikpapan Rizal Effendi yang harus menghadapi pemeriksaan atas kasus korupsi yang dilakukan pada proyek Rumah Potong Unggas. Dalam Rancangan APBD, pembelian lahan untuk pembangunan RPU tahun 2015, sebesar Rp. 2,5 milyar, namun kemudian dalam APBD yang sudah disahkan berubah menjadi Rp. 12,5 milyar. Namun enam bulan kemudian berubah menjadi Rp. 12,273 milyar, sementara progres pembayaran pada kolom pembayaran masih kosong, sehingga kekurangan Rp. 227 juta hilang secara “misterius”.

Sementara itu Walikota Samarinda, Syaharie Jaang yang juga ingin maju dalam pemilihan kepala daerah Gubernur Kaltim, saat ini sedang dalam panggilan polisi untuk dijadikan saksi atas kasus pemerasan dan pencucian uang yang dilakukan tersangka bernama Hery Susanto Gun alias Abun, Ketua Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu (PDIB) dan Noor Asriansyah alias Elly yang menjabat sebagai Manajer Lapangan KSU PDIB. Jaang diperiksa karena menerbitkan SK nomor 551.21/083.HK-KS/II/2016.

Sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur, Syahrie Jaang dijagokan maju sebagai Gubernur Kaltim, hal ini tentu saja menjadi kebanggan bagi Demokrat dikarenakan Jaang dianggap sangat bisa untuk memenangkan Pilkada Gubernur Kaltim. Namun sandungan kasus yang sedang digodok oleh Polda Kaltim membuat kesempatan tersebut tipis.

Bahkan beredar sebuah “kisah” jika Syahrie ingin tetap melanjutkan keinginannya untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Kaltim, maka syaratnya adalah wakilnya adalah Kapolda Kaltim. Hal ini diketahui oleh khalayak umum, karena tertuang di dalam akun milik Wakil Sekretaris Jenderal DPP Demokrat, Andi Arief, mantan Staff Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Cagub yang akan diusung demokrat di kaltim kabarnya dipaksa berpasangan dg Kapolda, kalau enggak akan dikriminalisasi dan ditahan.” tulis Andi Arief dalam akun sosail medianya @andiarief_

loading...