PB, KEBUMEN – Naiknya harga kebutuhan hidup sehari hari, seperti TDL, BBM dan ditambah dengan kesulitan ekonomi mulai tampak ke permukaan, bahkan dirasakan langsung oleh masyarakat, dan ini dirasakan hingga ke daerah. Bahkan untuk makanpun mereka berusaha untuk menghemat dengan mengkonsumsi seadanya.

“Dulu ada pameo yang mengatakan jika supir makannya daging, pemilik mobil makannya teri,” ujar  Darwis salah satu tokoh muda asal Maluku Utara kepada media ini, ketika menjawab pertanyaan soal kisah yang dikirim oleh salah satu akun dari sosial media, Fransiskus Widodo @bengkeldodo yang sempat menemukan “kisah” seorang supir taxi yang terpaksa hanya makan nasi dengan lauk sepotong tempe.

Tahu nasi dan cabai. Driver taxi di pangkalan pagi ini, tempat saya biasa nongkrong kopi pagi. Sy tanya, kok cuma pake tahu pak. Jawabnya, wong setoran nyisa 70rb mas, kue bae 24 jam di jalan. Hidup adalah cara bertahan hidup. ini pak yg sebenar benar nya masyarakat kita.” tulis @bengkeldodo.

Kisah ini menjadi viral di sosial media, bahkan tidak sedikit yang merasa terharu dan menitikkan airmata ketika kejadian yang diunggah Fransiskus Widodo seakan ikut mewakili kisah mereka.

“Masyarakat saat ini cuma bisa bersabar, dan ada menteri yang seenaknya menyuruh diet dan mengkonsumsi keong, ini gambaran yang sebenarnya dimasyarakat, bukan Hoax Membangun.” ujar Darwis.

(jall)

loading...