PB Ternate : Setelah selesai melaksanakan tugas Operasi Aman Nusa I di Provinsi Papua selama kurang lebih tiga bulan dalam rangka BKO pengamanan Pilkada Tolikara dan Intan Jaya ,,sebanyak 103 anggota Brigade Mobile(Brimob) Polda Malut kembali pulang dan bertugas di kesatuannya.(3/1)

Kedatangan 103 anggota Brimob yang di pimpin oleh Dansat BKO Brimob Polda Malut, AKBP Djafar Sadik dari Bandara Sultan Babullah ,Ternate di sambut langsung oleh Kapolda Malut Brigjen Pol Achmad Juri dan Komandan satuan Brigade mobile (Dansat Brimob) Kombes Pol Anang Sumpena berserta Pejabat Utama (PJU) dan para Kapolres.

Kapolda Malut Brigjen Pol Achmad Juri mengatakan bahwa kedatangan personil Brimob yang di BKO kan ke Provinsi Papua dalam tugas negara tersebut telah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dalam kurun waktu kurang lebih dari tiga bulan dengan hasil yang sangat baik, yaitu terjaganya situasi dan kondisi kamtibmas yang aman di wilayah Tolikara dan Intan Jaya.

“Apalagi selama tugas ,personil pengamanan BKO Tolikara dan Intan Jaya juga tidak terdengar adanya catatan-catatan negatif bahkan telah memberikan sumbangan catatan positif karena selama tugas operasi di wilayah

tidak terjadi letusan senjata api sedikitpun sebagaimana dengan arahan Kapolri.”,paparnya.

Kapolda menjelaskan bahwa Satgas Brimob Polda Malut BKO Polda Papua, sejatinya telah melihatkan kemampuan dan ketrampilan serta pengabdian tulus sebagai bayangkara provesional dan terpecaya, untuk itu prestasi yang telah terukir di bumi Cendrawasi itu, telah membanggakan masyarakat Malut khsusunya Polda Malut yang juga telah mengharumkan nama Kepolisian RI.

” Penugasan Brimob Polda Malut ini merupakan yang pertama kalinya, namun telah mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan telah berhasil,maka  prestasi ini tentunya harus terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk tugas-tugas kamtibmas di Polda Malut atau di luar Polda Malut jika mendapatkan  tugas-tugas BKO kembali”, jelas Achmad Juri.

Jenderal Bintang satu ini menerangkan dengan selesainya tugas di Provinsi Papua dan kembali ke kesatuan induknya agar bisa kembali menyesuaikan diri untuk segera melakukan konsolidasi yang baik terhadap personil, materil dan administrasi,karena masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang menanti seperti kegiatan Pilkada 2018 dan pemilihan legislatig dan Presiden di tahun 2019 mendatang.

“Untuk menghadapi beberapa momentum tersebut,maka kita harus melakukan operasi mantap peraja, oleh sebab itu, segera menyesuaikan diri dan ikuti perkembangan yang ada dan siapkan fisik dan mental namun jangan lupa untuk tetap menjaga kemampuan personil dengan kemampuan Brimob baik latihan rutin, atau latihan lainnya seperti motto Brimob yakni tiada hari tanpa latihan,”terang Achmad.

Sementara itu Dansatgas BKO Brimob Polda Malut, AKBP Djafar Sadik saat di konfirmasikan oleh awak media,mengaku bahwa penugasn BKO di provinsi Papua tersebut, sama dengan tugas di wilayah sendiri, karena Papua dan Malut terikat dengan sumpah dan janji untuk saling menghormati dan saling melindungi.

“kendati banyak penembakan dimana – mana,namun kami tidak melakukan itu,karena adanya ikatan yang harus diketahui oleh semua orang baik Papua maupun di Malut, dengan adanya sumpah saling menghormati dan saling melindungi itu, jika kita melaksanakan tugas ke sana maka insya Allah kita tidak akan mengalami hambatan apapun”, akunya.(Arief Muluk)

loading...