PB Jakarta – Pendirian Persaudaraan Masyarakat Sumatera (Permara) diharapkan dapat menjadi momentum untuk menanamkan rasa bangga sebagai bangsa yang memiliki keragaman budaya. Karena dengan berdirinya Permara dinilai akan mampu menggali dan mengembangkan potensi budaya yang berakar dari budaya Sumetra sebagai identitas bangsa dengan adat istiadat dan pesan moral pendidikannya.

Ketua Umum Permara H. Supratman ,S.H, M.H, mengatakan, sebagai bangsa Indonesia dirinya sangat bangga dengan hasil karya anak bangsa yang dapat membangun seni budaya dengan menatap masa depan dan belajar dari tradisi kebangsaaan Indonesia. Guna memenuhi hal itu pihaknya akan bersatu padu mengembangkan berbagai potensi yang ada.

“Permara adalah salah satu penguyuban masyarakat sumatera dimana permara sudah terbentuk di 10 Provinsi Sumatera mulai dari Aceh sampai Lampung dengan slogan bahwa Permara itu berarti bersaudara dan NKRI Harga mati,” ungkapnya kepada wartawan di kawasan Menteng Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (10/01).

Menurutnya, saat ini Permara yang berdiri pada tanggal 6 Juni 2017, kepengurusannya sudah mencapai 200 orang dan itu baru tingkat Provinsi DKI Jakarta yang terdiri dari orang biasa sampai pejabat terkait. Hal itu sesuai visi misinya mendirikan Permara.

“Permara didirikan untuk meningkatkan silaturahmi masyarakat Sumatera, kedua dimana masyarakat Sumatera punya potensi di Jakarta dan ketiga melihat kembali daerah- daerah supaya dapat berkembang masyarakatnya,” bebernya.

H. Supratman mengatakan, bahwa Permara ini juga merupakan wadah untuk menjalin silaturahmi dan menghidupkan kembali seni budaya masyarakat Sumatera di 10 Provinsi dan rencana deklarasi Permana di awal bulan Februari 2018.

“Insalloh untuk deklarasi Permara diawal bulan besok akan dihadiri Para Gubernur, Walikota, Bupati, Tokoh masyarakat, pengusaha dan masyarakat Sumatera,” pungkasnya. (mal)

loading...