PB Jakarta – Ketua Umum Satria Gerindra Moh Nizar Zahro bereaksi atas pernyataan La Nyalla Mattaliti mengenai dinamika yang dihadapinya di Pilgub Jatim.

“Saudara La Nyalla tidak bijaksana bila kegagalannya menjadi calon gubernur Jatim dilampiaskan terhadap partai Gerindra,” ungkapnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/1)

Politisi Gerindra ini mengatakan bahwa faktanya jelas, La Nyalla tidak bisa mendapatkan mitra koalisi untuk bisa mencalonkan diri sebagaimana dimandatkan dalam surat tugas dari DPP Gerindra.

Mantan ketum PSSI itu pun menurutnya mengakui gagal mendapatkan rekomendasi dari Partai Amanat Nasional (PAN), sehingga dia mengembalikan mandat penugasan tersebut kepada partai.

Mengenai pernyataan bahwa Prabowo telah menyia-nyiakan perjuangan La Nyalla yang ikut membesarkan partai di Jatim, hal itu menurut Nizar suatu kewajaran bahkan keharusan sebagai kader Gerindra.

“Justru menjadi aneh jika saudara LNM menyampaikan ini padahal dia mengaku sebagai kader Partai Gerindra,” tegas politikus asal Madura ini.

Bagaimana soal pengakuan La Nyalla dimintai uang saksi hingga Rp 40 miliar? Nizar menjelaskan bahwa itu merupakan bagian tugas yang tertera dalam surat nomor 12-0036/B/DPP-GERINDRA/ Pilkada/2017.

Surat itu menjelaskan posisi Nyalla sebagai calon gubernur Jatim sedang diproses oleh DPP Partai Gerindra. Selain mencari mitra koalisi, Nyalla juga diminta menyiapkan kelengkapan pemenangan.

“Jadi itu untuk kepentingan perangkat pemenangannya, dan LNM sudah mengembalikan mandat itu akibat tidak mampu melaksanakan yang surat tugas yang berupa mandat dari Partai Gerindra,” tutup Anggota Komisi V DPR RI ini.(Red*)

loading...