PB, JAKARTA – Kondisi Kejadian Luar Biasa (KLB) yang terjadi pada suku Asmat di Papua, juga mendapatkan perhatian dari salah satu senator DKI Jakarta, Fahira Idris yang biasa dipanggil Uni Fahira.

Menurut Fahira, sebagai salah satu anggota DPD RI, kondisi yang terjadi di Papua karena lengahnya perhatian dari pemerintahan, baik di pusat maupun di daerah, “Apapun tantangannya, pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan yang baik adalah hak dasar rakyat yang harus dipenuhi negara.” ujarnya dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi pembawaberita.com

Selaku ketua Komisi III yang membidangi persoalan kesehatan dan perlindungan anak, Fahira yang didampingi langsung oleh anggota DPD RI asal Papua, Pdt. Carles Simare-Mare dengan anggota komisi lainnya, hadir langsung ke Papua untuk melihatsekaligus untuk mendapatkan keterangan terkait KLB yang merenggut nyawa anak-anak di Kabupaten Asmat dan Kabupaten Bintang.

“Kami sangat berharap KLB gizi buruk dan campak yang terjadi di Asmat dan Pegunungan Bintang ini jadi yang terakhir di Papua. Seberat apapun akses, seminim apapun infrastruktur baik fisik maupun fasilitas dan tenaga kesehatan harus segera dicarikan solusinya karena ini menyangkut nyawa anak bangsa,” ujarnya.

Fahira melihat jika strategi Presiden Jokowi yang melakukan pembangunan infrastruktur seperti jalan tidak lagi menjadi prioritas utama, namun untuk daerah-daerah tertentu di Papua harus dirubah fokus kepada pembangunan infrastruktur kesehatan, terutama untuk fasilitas kesehatan dan infrastruktur sanitasi. Termasuk pertanian dan juga pembangunan sumber daya manusia.

“Jadi membangun infrastruktur untuk membuka akses baik itu darat, laut, maupun udara yang dikhususkan untuk mempermudah warga mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan. Artinya walaupun daerah tersebut potensi ekonomi tidak tinggi, infrastruktur harus tetap dibangun agar pelayanan kesehatan dan pendidikan mudah diakses warga. Selain itu, memastikan petugas kesehatan ada dan hadir melayani menjadi sebuah keniscayaan,” tukas Fahira.

Untuk gizi buruk, Pemerintah harus memformusikan solusi agar infrastruktur pertanian di daerah ini dipenuhi untuk mempermudah warga berladang dan menghasilkan pangan yang bergizi. Seperti yang kita ketahui hampir semua kabupaten di Papua termasuk Asmat mempunyai potensi sagu dan ikan yang luar biasa.

“Hutan-hutan di sana kan menghasilkan sagu. Belum lagi sungai-sungainya yang kaya ikan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. Tinggal bagaimana Pemerintah baik yang di Pusat maupun daerah memastikan warga berdaya mengelola potensi-potensi alam yang dapat menjadi sumber pangan yang bergizi ini,” pungkas Fahira.

 

loading...