PB, Surabaya – Hiburan musik malam yang berada berdekatan dengan perumahan warga akhirnya diprotes karena dentuman suara musik yang begitu menggelegar hingga setiap malam menjadi gangguan rutin terhadap warga yang berada di sekitar Hotel Max One jalan Dharma Husada Gubeng Surabaya Jawa Timur.

Warga rupanya tidak lagi tahan namun laporan yang disampaikan justru tidak kepada pihak kepolisian, namun kepada Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur untuk membantu menertibkan gangguan tersebut.

Oleh pihak MUI akhirnya dilaporkan kepada pihak Polsek Gubeng agar bisa diambil tindakan atas laporan warga setempat. Kapolsek Gubeng, Kompol Sudarto akhirnya mendatangi pihak pengelola tempat hiburan usai menerima laporan dari MUI.

Dari situs resmi Polrestabes Surabaya, diketahui jika para “petinggi” Kecamatan Gubeng akhirnya berhasil melakukan pertemuan dengan pihak perwakilan dari hotel.

Ternyata suara musik yang terdengar dari hotel berasal dari suara sound system yang memang sengaja dilakukan disebuah lokasi yang berada di outdoor bagian lantai atas hotel, hingga akhirnya mengganggu warga sekitar.

Melalui perwakilan hotel, Sucipto selaku manager operasional hotel Max One Dharma Husada menyampaikan, bahwa di hotel Max One memang ada restoran yang difasilitasi acara musik, namun bukan tempat karaoke, bahkan dalam satu minggu bisa sampai 5 kali kegiatan musik.

“Kami akan memindahkan sound system dan tempat musik ke dalam ruangan agar jangan sampai suara musik ke luar dan mengganggu warga, serta mengurangi jumlah kegiatannya,” kata Sucipto menanggapi.

Ketua MUI Jawa Timur, KH. Abdus Shomad akhirnya menerima persyaratan yang diajukan oleh pihak hotel melalui Sucipto, dan mengingatkan agar pihak hotel bisa menyiapkan tempat solat beserta kelengkapannya, dan juga makanan yang berlabel halal.

Abdus Shomad menuturkan, MUI saat ini juga mendapatkan kepercayaan untuk mewadahi puluhan Ormas Islam dan berusaha untuk mengendalikan setiap ada pergerakan, sehingga selalu terkendali.

“Jangan sampai ada pihak yang memicu, yang menyebabkan Ormas Islam bertindak diluar ketentuan. Karena pergerakan massa dalam jumlah banyak akan sulit untuk dikendalikan.” ujarnya mengingatkan.

Sedangkan Kapolsek Gubeng sendiri, Kompol Sudarto mengucapkan terima kasih atas masukan dan wejangan dari Ketua MUI Jatim. Sudarto menyatakan akan segera menindaklanjuti masukan dari Ketua MUI Jatim.

“Mohon selalu mengingatkan kami apabila ada kekurangannya,” tandas Sudarto.(asb)

loading...