PB, JAKARTA – Sungguh benar benar miris kejadian yang menimpa Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), Ir. Soegiharto Santoso alias Hoki yang kini sedang melakukan gugatan di pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sidang sendiri sudah berjalan selama beberapa kali, hingga memasuki pemeriksaan saksi, dan dalam pemeriksaan saksi ternyata saksi yang dimunculkan oleh Hoki selaku penggugat ternyata mengakui keberadaan organisasi yang dipimpin oleh Hoki.

“Saya mengakui dan membenarkan kepengurusan Hoki sebagai ketua umum Apkomindo,” ujar Rudi Rusdiah yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum dan juga sebagai Sekjen Apkomindo beberapa tahun lalu.

Dan persoalan gugatan yang dilayangkan oleh Hoki terkait dengan klaim sepihak oleh Sonny Frans atas penggunaan logo Apkomindo, rupanya merupakan “kisah” panjang Apkomindo dibawah kepemimpinan Hoki.

IMG-20180131-WA0012 IMG-20180131-WA0013 IMG-20180201-WA0109 IMG-20180201-WA0114

Rentetan kasus ini ternyata sudah berjalan lama, bahkan Hoki pernah ditahan oleh pihak kepolisian Bantul, karena dilaporkan oleh Sonny yang mengaku sebagai pemilik sah logo Apkomindo. Namun majelis hakim pengadilan negeri Bantul membebaskan Hoki. Bahkan kisah ini terus bergulir dan sampai ditingkat Kasasi.

Namun Hoki merasa jika itikad Sonny yang melaporkan dirinya ke polisi adalah disengaja untuk menjanggal dirinya sebagai ketua umum, hingga akhirnya Hoki melaporkan balik ke pengadilan negeri Jakarta Pusat dengan kasus perdata.

“Sebenarnya kami sudah berusaha untuk melakukan perdamaian, bahkan beberapa asosiasi yang masih berhubungan dan juga mengenal keduanya, berusaha untuk mendamaikan, namun pihak Sonny saat itu tidak memiliki itikad untuk berdamai,” ujar Rusdi yang kemudian kaget dan heran ketika kasus perdata bergulir justru pihak Sonny yang meminta untuk berdamai. Namun ditolak oleh Hoki yang merasa sudah di zholimi hingga harus mendekam dipenjara selama 43 hari.

Sebagai salah satu mantan Ketum Apkomindo, yang diangkat langsung oleh Sonny saat itu, Rudi melihat adanya unsur kesengajaan untuk memperkarakan persoalan logo oleh pihak Sonny sebelumnya.

Karena dari wawancara yang dilakukan, Rudi mengakui jika selama ini dirinya tidak pernah melihat atau membaca adanya aturan yang mengharuskan seorang ketua umum menyurati Sonny untuk menggunakan logo Apkomindo.

“Saya tidak pernah tahu dan tidak pernah melihat adanya anjuran tersebut (memakai logo seijin Sonny),” ujarnya kepada wartawan usai menjalani sidang pemeriksaan saksi. Bahkan Rudi menambahkan jika dalam AD ART juga tidak disebutkan.

Sebelumnya pengacara Sonny, Otto Hasibuan yang diwawancarai sehari sebelumnya mengatakan jika sidang kali ini hanya persoalan penggunaan logo bukan persoalan pengurusan organisasi, namun ketika ditanyakan dalam persidangan tampak Otto justru lebih banyak menanyakan persoalan kepengurusan dan organisasi, Otto malah berkelit.

“Itu kan hanya bunga bunga saja (tidak serius),” ujar Otto kepada awak media, sambil tertawa. Namun Otto berharap agar pihaknya dimenangkan oleh pengadilan Jakarta Pusat.

Sementara itu, pengacara Hoki, Hotman mengatakan jika persidangan soal logo Apkomindo kali ini, majelis hakim harus bisa melihat secara jelas, karena menurutnya, logo tersebut dipakai oleh organisasi dan bukan pribadi.

“Ini kepentingan orang banyak, karenanya kami berharap agar hakim lebih melihat ke arah sana,” ujarnya.

(jall)

loading...