PB, PAPUA – Sungguh sangat keterlaluan para pembeli yang begitu tega mempermainkan Mama mama yang biasanya berjualan buah buahan di Papua.

Bagaimana tidak, hanya untuk mendapatkan beberapa buah langsat yang dijuala oleh Mama Mama, mereka dengan tega membeli dengan menggunakan uang palsu.

Hal ini tentu saja berhasil mereka lakukan, karena diduga uang yang memiliki jenis warna yang sama, namun jika dilipat atau diremas menjadi kecil tidak akan terlihat beda dengan uang asli pecahan Rp. 10.000,-

Kegeraman ini dimuat oleh salah satu akun yang berasal dari Papua, Timur Matahari @jayaupdate. dengan menuliskan dalam bahasa melayu setempat.

Coba kalo mau tipu orang deng uang palsu itu ke dorang yg jualan miras ka.. togel ka.. ato pungli ka.. Jangan ke mama mama yg jualan kena panas..hujan dang untung nya tidak seberapa ini ka?? Biadab kam !! (Cobalah kalau ingin menipu orang dengan uang palsu, kepada mereka yang menjual miras, atau togel, atau yang melakukan pungli….jangan ke mama mama yang berjualan sudah terkena panas dan hujan namun untungnya tidak seberapa. Biadab Kamu),” tulisnya dengan kalimat memaki yang ditujukan kepada yang melakukan perbuatan tidak terpuji tersebut.

Menurut salah satu tokoh pemuda asal Maluku Utara, Darwis menyebutkan jika sampai saat ini masih banyak lokasi lokasi berjualan yang masih tradisional yang tidak terlihat adanya pengumuman yang dilakukan oleh Bank Indonesia dalam bentuk sosialisasi.

“Seharusnya pihak Bank Indonesia bisa memberikan pengarahan atau pemberian sosialisasi bagaimana untuk mengenal uang palsu dan cara mengantisipasinya, dan jika perlu hal ini dilaporkan kemana,” ujar Darwis yang merasa yakin jika kejadian ini sudah pernah terulang bahkan akan terulang kembali.

(jall)

loading...