PB, JAKARTA – Tulisan Andi Arief, Staff Khusus mantan Presiden SBY, yang menyebutkan jika pendiri majalah Tempo Goenawan Moehamad yang sedang mengkoordinir orang agar melaporkan Rocky Gerung ke polisi, akhirnya terbukti.

Saya mendengar  mengorganisir orang untuk laporkan  ke polisi. Kalau benar, naka kalimat yang tepat; Lu ternyata sekolam.” tulis Andi Arif melalui akunnya @andiarief_

Salah satu media online, memuat sebuah berita jika sekumpulan orang yang mengaku sebagai organisasi Pembela Kaum Marhaen, berencana untuk melaporkan Rocky Gerung terkait dengan cuitannya di sosial media yang dianggap menghina Presiden Jokowi.

Dalam berita yang disebarkan, disebutkan jika surat elektronik yang dikirim ke redaksi media online tersebut, menyebutkan jika pihak Pembela Kaum Marhaen, melalui ketuanya, Sohar Hutauruk, merasa sudah pantas untuk mempolisikan Rocky Gerung dikarenakan dianggap telah menyebarkan ujaran kebencian dan juga fitnah kepada Presiden Jokowi.

Karena Sohar berpendapat jika tulisan tulisan Rocky yang menyebutkan kata “bong” atau “kolam” dan sebagainya, hanyalah pada pendapat pribadi dan bukan melalui sebuah fakta atau data yang akurat hingga dianggap oleh Sohar menjurus ke fitnah.

Bahkan Sohar berharap agar pihak kepolisian segera menetapkan Rocky Gerung sebagai tersangka ujaran kebencian dan fitnah.

Andi Arief sendiri menganggap jika tindakan yang dilakukan oleh Goenawan Moehamad yang mengakomodir orang orang untuk melaporkan Rocky Gerung adalah bagian dari “penghuni kolam”.

Pendukung Jokowi sendiri selama ini disebut dengan istilah Kecebong bahkan salah satu anak Presiden Jokowi sempat memakai sebuah topi yang bertuliskan “Kolektor Kecebong”.

Sementara soal kata “kolam”, dikarenakan hewan Kecebong hidupnya di air sebelum bertranformasi menjadi katak, dan banyak berada di dalam kolam, maka Rocky Gerung mengumpamakan para “Kecebong” hidupnya dalam satu kolam, dan menambahkan jika tingkat nilai intelejensi kecebong hanya senilai 200 dan itupun jika digabungkan seluruhnya.

(jall)

 

 

loading...