PB, Bandung Barat- Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Kemendagri menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Kepemimpinan kepada pejabat Pengawas setingkat Eselon IV  Kemendagri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) tahun 2018, yang pembukaannya dilaksanakan  di Aula Graha Yudha Wastu Pramukha  Pusdikif, Pussenif, Kodiklatad, Cipatat, Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (22/O2).

Dalam kegiatan tersebut bertindak sebagai Pembina Upacara Kepala BPSDM, Kemendagri, Drs. Teguh Setyadi, M.Pd.

Dalam sambutannya, Kepala BPSDM, Kemendagri, Drs Teguh Setyabudi, M.Pd mengatakan bahwa sebagai poros pemerintahan yang harus  tegak lurus dari Pusat hingga ke Daerah, Kemendagri  harus  berperan pula sebagai organisasi pembelajar (learning organization) Kemendagri sebagai poros pemerintahan yang mempunyai komitmen tinggi untuk terwujudnya ASN yang mempunyai pelayanan publik yang baik dengan salah satu indikator adalah mengutamakan kepemimpinan yang berkualitas tinggi.

“Salah satu upaya mewujudkan hal itu, pada tahun 2018 ini, Kemendagri dan BNPP melalui BPSDM telah memprogramkan kegiatan pembekalan kepemimpinan bagi Jabatan Pengawas (Eselon IV). Pada  hakekatnya, pembekalan kepemimpinan ini merupakan proses internalisasi dan penanaman nilai-nilai kepemimpinan, wawasan kebangsaan, revolusi mental , dan bela negara,” kata Teguh.

Lanjutnya, dengan mengikuti pembekalan kepemimpinan ini, diharapkan akan melahirkan pola sikap dan perilaku yang dijiwai kecintaannya kepada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, menghayati dan mengamalkan Pancasila , serta UUD 1945 sehingga memiliki keyakinan akan hak, kewajiban, dan tanggung jawabnya sebagai ASN yang rela berkorban demi bangsa dan negara Indonesia.

“Hal itulah yang harus ditanamkan pada setiap ASN yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara,” paparnya.

Kepala BPSDM mengatakan, pembekalan kepemimpinan dirancang untuk memotivasi dan mempersiapkan pejabat Pengawas (Eselon IV) agar dapat bertindak tegas dan efektif, membangkitkan hasrat dan antusiasme dalam menyiapkan diri dan mind set, memiliki pemahaman yang kuat tentang bagaimana emosi dan tindakan mereka mempengaruhi orang di sekitar mereka.

“Pembekalan ini  akan memotivasi dan memberikan pencerahan untuk bekerja pada kesadaran diri, pengaturan diri, empati, motivasi, integrasi, etika kolaboratif, dan kepatuhan diri untuk menjalankan otoritas kepemimpinannya dengan rendah hati dalam budaya integritas yang berkinerja tinggi,” kata Teguh.

Disamping itu, kata Teguh, melalui kegiatan pembekalan kepemimpinan ini, sinergitas antar komponen di lingkungan Kemendagri dan BNPP dapat lebih baik lagi, mengingat para peserta pembekalan merupakan pejabat struktural yang mempunyai kedudukan yang strategis dalam memberikan masukan dan telaahan kepada pimpinan komponen/satuan kerja.

Dasar hukum diselenggarakannya kegiatan pembekalan kepemimpinan kata Teguh adalah dengan UU No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Permendagri No 43 tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kemendagri.

Kepala BPSDM mengharapkan, setelah mengikuti pembekalan kepempiminan ini, peserta dapat memahami tentang nilai-nilai kepemimpinan yang baik, nilai-nilai wawasan kebangsaan, nilai-nilai revolusi mental, nilai-nilai bela negara, dan mempunyai sikap dan disiplin yang tinggi.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara, Erliani Budi Lestari selaku Plt Kapus Kepamongprajaan dan Manajemen Kepemimpinan Kemendagri mengatakan, tujuan kegiatan pembekalan kepemimpinan adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan karakter para peserta pembekalan terkait dengan nilai-nilai wawasan kebangsaan, revolusi mental, bela negara, dan leadership, sehingga diharapkan mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik serta mempercepat reformasi birokrasi  di lingkungan Kemendagri dan BNPP.DSCN1188

“Materi pembelajaran diantaranya Leadership atau kepemimpinan, wawasan kebangsaan, revolusi mental, bela negara, upaya pencegahan tindak pidana korupsi, dan membangun kerjasama tim atau team work building, mental, fisik, dan disiplin,” kata Erliani.

Menurutnya, peserta pembekalan direncanakan sebanyak 544 orang berasal dari lingkungan Kemendagri dan BNPP, namun, sampai saat pembukaan  yang hadir berjumlah  432 orang dan tidak hadir sebanyak 112 orang tanpa keterangan. “Sebanyak 112 orang peserta tidak hadir tanpa keterangan,” urai Erliani.

Narasumber berasal dari pejabat Struktural di lingkungan Kemendagri, Pakar praktisi yang berkompeten di bidangnya, dan instruktur dari Pusdikif, Kodiklatad, dan metode pembekalan diantarnya, ceramah, diskusi, serta kegiatan membangun kerjasama tim yang berlangsung dari tanggal 22 – 24 Februari 2018.

Pada acara pembukaan kegiatan tersebut dihadiri diantaranya; Kepala Badan Pengembangan SDM, Drs Teguh Setyabudi, M.Pd, Sesitjen Kemendagri, Plt Kapus Kepamongprajaan dan Manajemen Kepemimpinan, Kemendagri, Erliani Budi Lestari, pejabat Itjen Kemendagri, dan  Direktur Pembinaan Umum (Dirbinum), Kol Inf Rubiono mewakili Danpussenif, Kodiklatad, Mayjen TNI Surawahadi, S.I.P, M.Si, dan para pejabat dan Instruktur Pusdikif.(Red)

 

 

loading...