PB Karawang – DPRD Kabupaten Karawang menerima aspirasi Mahasiswa PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Dalam asprirasinya Mahasiswa menyampaikan untuk merevisi UU MD3 yang akan disahkan oleh DPR pusat.

Aksi mahasiswa tersebut diterima oleh Sekretaris DPRD (Sekwan) Agus Mulyana, SE dan berjalan cukup tertib.

Seperti diketahui ratusan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Karawang melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Sekretariat DPRD di Jalan Lingkar Tanjungpura-Klari, Karawang Timur.

Aksi mereka ini untuk menuntut revisi Undang-Undang MPR, DPR-RI, DPD-RI dan DPRD (MD3) yang dinilai telah mencederai nilai demokrasi.

Disampaikan Ketua Umum PC PMII Karawang Hary Priatna, bahwa revisi UU No 17 tahun 2014 tentang MD3 bermasalah. “Revisi UU MD3 itu telah mencederai semangat demokrasi Indonesia,” jelasnya kepada wartawan.

PMII Karawang dalam aksinya menolak tegas pasal-pasal yang bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi. Dikatakan Hary, setiap warga negara itu berhak untuk mengkritisi kinerja anggota dan lembaga DPR. Apalagi, kinerja DPR saat ini sangat disorot oleh masyarakat.

Menurutnya, jika revisian UU MD3 tentang DPR, DPD dan DPRD disahkan, maka setiap kritik yang dilontarkan oleh rakyat nantinya dianggap penistaan terhadap anggota dan lembaga DPR. “Kami meminta agar presiden menolak revisian UU MD3, dan segera mengesahkan Perpu untuk menolaknya,” tegasnya. (HERI)

loading...