PB, JAKARTA – Hidup adalah pilihan, dan setiap pilihan memerlukan sebuah proses untuk mencapai tujuan akhir, dan setiap tujuan akhir yang akan dicapai sudah tentu memerlukan perjuangan, yang terkadang tidak mudah.

Demikian yang disampaikan oleh Ketua Umum Karya Pejuang Ekonomi Rakyat Indonesia alias Kaperindo, Fahri Lubis dalam pertemuan dengan para pengurus, pendukung dan relawan Kaperindo di Sekretariat Kebon Jeruk Jakarta Barat.

Dalam pertemuan tersebut juga hadir para pendiri, selain Fahri Lubis, juga mantan Menteri Polhukam Tedjo Edhy Pudjianto dan Hj. Djubaedah serta juga dihadiri oleh Walikota Jakarta Barat, Anas Effendi sebagai salah satu tamu kehormatan.

Selain pertemuan dan silaturahmi dengan para pengurus serta relawan, juga dilakukan penandatanganan legalitas Kaperindo, oleh para pendiri, yang akan segera diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM.

Kelahiran Kaperindo yang bertujuan untuk memajukan sendi sendi ekonomi masyarakat, terutama dikalangan menengah ke bawah, diharapkan menjadi salah satu pemicu bangkitnya sektor ekonomi untuk masyarakat kecil.

“Ketika terjadinya krisis moneter Indonesia, justru para pengusaha kecil yang berbasis home industri yang menjadi pilar kekuatan bangkitnya ekonomi Indonesia, bukan para pengusaha besar,” ujar Fahri kepada pembawaberita.com memberikan salah satu alasan dibentuknya Kaperindo.

IMG-20180303-WA0035

Berbagai tanggapan dengan lahirnya Kaperindo bermunculan dari beberapa asosiasi dan organisasi masyarakat yang bertujuan sama dengan Kaperindo, seperti Asosiasi Pengusaha Bumiputera (Pribumi) Indonesia (Asprindo).

“Kami mengapresiasi kehadiran Kaperindo untuk menampung dan membuat karya karya serta ide ide yang baru bagi kemajuan ekonomi masyarakat bawah agar tidak menjadi penonton di negeri sendiri,” ujar Rizal salah satu pencetus lahirnya Asprindo yang akan segera melaksanakan Deklarasi mereka dalam bulan maret 2018.

Menurut Rizal Kaperindo bisa saja menjadi salah satu mitra dari Asprindo untuk bersama melangkah dalam mewujudkan perekonomian Indonesia yang lebih baik kedepannya, karena menurutnya salah satu kelemahan ekonomi Indonesia, lebih banyak dikuasai secara monopoli oleh orang tertentu saja.

Selain dukungan dari Asprindo melalui salah satu pendirinya, dukungan juga datang dari, Heikal, pendiri sekaligus inisiator pendiri Heikal Center yang saat ini sedang berusaha untuk memperjuangkan ekonomi kerakyatan.

“Jika perlu seluruh organisasi masyarakat yang bertujuan untuk membangkitkan ekonomi masyarakat Indonesia terutama dikalangan masyarakat kecil, harus bersatu,” ujar Heikal yang bermaksud agar para pelaku usaha kecil menengah tidak merasa sendiri, “paling tidak mereka memiliki sebuah wadah agar tidak dijadikan komoditas semata,” pungkasnya.

Kaperindo sendiri saat ini, walaupun masih dalam tahap pengurusan legalitas, namun keberadaannya sudah mulai menunjukkan tanda tanda akan memberikan dampak positif dengan melalui beberapa pertemuan dengan pihak pihak yang selama ini berkecimpung dibidang ekonomi kerakyatan.

Fahri mengatakan jika saat ini di daerah daerah sedang dalam tahap pembentukan DPD dan DPC, agar nantinya perjuangan dalam membuat karya ekonomi bangsa Indonesia tidak lagi terpusat di kota kota besar, “kita akan menjadikan daerah sebagai salah satu ujung tombak perekonomian masyarakat Indonesia,” ujarnya mengakhiri pembicaraan.

(jall)

loading...