‎PB JAKARTA – Lembaga survei Indonesia Network Election Survei (INES) telah mengeluarkan hasil surveinya. INES mengukur respons masyarakat terhadap kinerja pasangan Jokowi JK dan pengaruhnya terhadap Pilpres 2019. Ada kejutan dari survei yang dilakukan terhadap 2.450 responden pada 15-25 Februari 2018 itu.

Menurut Direktur Eksekutif INES, Sutisna, saat responden disodori pertanyaan tentang calon presiden yang akan dipilih, ternyata hanya 31,2 persen yang mengaku bakal memilih Joko Widodo. Sebaliknya, responden yang spontan mengaku akan memilih Prabowo Subianto mencapai 40,2 persen.

‘Nama tokoh lain sebanyak 28,6 persen,” kata Sutisna dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/3/2018).

Dia mengatakan, yang menarik adalah jawaban atas pertanyaan yang sama namun menggunakan kuisioner tentang kinerja pemerintahan Jokowi dan capaiannya di bidang ekonomi. Ternyata hanya 26,4 persen yang memilih Jokowi.

“Yang mengagetkan justru Prabowo dipilih 49,2 persen. Nama Gatot Nurmantyo pun membayangi‎ Jokowi dengan 11,9 persen,” jelasnya.

Sedangkan nama lain yang muncul dalam survei INES adalah Muhaimin Iskandar (2,3 persen), Harry Tanoesoedibjo (1,3 persen), serta Ahmad Heryawan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Zulkifli Hasan masing-masing 1,1 persen. Adapun responden yang tidak memilih sebesar 5,6 persen.

Sutisna menjelaskan, ada 63,3 persen responden yang menganggap kondisi ekonomi keluarga dan masyarakat (KEKM) saat ini sulit. Sedangkan 28,8 persen responden menyebut KEKM pas-pasan alias tidak punya sisa uang untuk ditabung.

Sisanya, hanya 4,9 persen responden yang mengakui kondisi ekonomi mengalami peningkatan.

Selain itu, INES juga menyurvei pilihan responden terharap partai politik. Hasilnya, elektabilitas parpol dalam Pemilu 2019 dipengaruhi oleh capres yang akan diusung.

Sutisna menjelaskan, sebanyak 89,8 responden memilih parpol yang mengusung capres yang mereka pilih. Sedangkan 10,2 persen tidak memilih parpol yang mengusung capres yang pilihannya.

Hampir 67,4 persen responden akan memilih partai yang mengusung Prabowo. Sementara hanya 23,8 persen saja dan pemilih Joko Widodo yang akan memilih parpol pengusungnya,” katanya.

Survei INES juga menyajikan temuan lain. Ada 9,8 persen pemilih hanya akan memilih parpol yang akan mengusung tokoh lain di luar Prabowo dan Joko Widodo.

Sedangkan elektabilitas parpol berdasar survei INES, Partai Gerindra menempati posisi teratas. Partai pimpinan Prabowo Subianto itu memiliki elektabilitas 27,8 persen.

Di bawah Gerindra ada PDIP dengan 14,4 persen, Golkar (12,2 persen). Berikutnya PKB (8,2 persen), PAN (7,2 persen), Partai Demokrat (7,1 persen), PKS (4,9 persen), Nasdem (4,3 persen), PPP (4,1 persen), Perindo (3,8 persen), Hanura (3,2 persen), PSI (1,2 persen), Berkarya (1,1 persen) dan Garuda (0,5 persen).

‘Buruknya kinerja pemerintah membuat masyarakat berpaling kepada Prabowo Subianto dan partai Gerindra. Hal tersebut bisa dilihat dan hasil survei, dimana elektabilitas Prabowo jauh mengalahkan Jokowi dan pesaing-pesaing lainnya,‘ pungkasnya.

Survei INES dilakukan di 33 provinsi. Margin of error survei itu dipatok pada angka kurang lebih 1,8 persen dengan dengan tingkat kepercayaan 95 persen.(Beb)

loading...