PEMBAWA BERITA – Walaupun terlihat tegar dalam setiap kesempatan pertemuan dengan beberapa rekannya, di organisasi Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), Ketua Umum Apkomindo, Ir, Soegiharto Santoso alias Hoky tetap tidak bisa menyembunyikan harapannya agar Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang sedang menangani perkaranya terkait dengan persoalan logo Apkomindo yang diklaim secara sepihak dan milik pribadi oleh mantan ketua umum yang juga salah satu pendiri Apkomindo. Sonny Fransley.

Hoky sangat berharap agar hakim bisa memutuskan perkara gugatannya dengan seadil adilnya terhadap pemakaian logo yang diklaim milik pribadi, serta aset milik Apkomindo kepemimpinannya yang kemudian diklaim dan direbut lalu dikuasai oleh sebuah yayasan yang baru saja dibuat dengan nama Apkomindo juga.

Karena menurutnya DPP Apkomindo yang diakui oleh anggota DPD Apkomindo yang tersebar di daerah daerah Provinsi, adalah Apkomindo dibawah kepemimpinannya, bukannya DPP Apkomindo bayangan yang baru saja dibuat dengan memaksakan Ketua DPD Apkomindo DKI Jakarta, Cristian Irwan Japari, sebagai Ketua Umum Apkomindo “tandingan” pusat hanya karena demi kepentingan segelintir orang yang justru merugikan anggota Apkomindo di daerah.

Karena dari pengakuan Cristian ketika memberikan kesaksian di pengadilan jika dirinya menjadi Ketum Apkomindo pusat, yang ternyata secara tiba tiba diangkat menjadi Ketum Apkomindo, oleh kelompok kubu Sonny Fransley sebagai Ketua Umum DPP Apkomindo, namun kenyataannya tidak bisa menyebutkan satu nama saja keberadaan DPD Apkomindo di daerah, dengan alasan jika Apkomindo versinya baru akan mencari dan menerima keanggotaan Apkomindo dari daerah.

“Saya berharap agar hakim tidak hanya melihat saya sebagai ketua umum Apkomindo yang melakukan gugatan, karena sebenarnya DPD Apkomindo lainnya juga merasakan ketakutan bahkan merasa di intimidasi oleh sikap dari Sonny terkait dengan logo yang seharusnya secara otomatis adalah milik Apkomindo sebagai organisasi dan bukan sebagai pribadi,” ujar Hoky kepada wartawan yang mewawancarainya, usai mendengarkan keputusan Hakim untuk menunda keputusan akhir sengketa gugatannya terkait dengan logo dan aset.

Ketua DPD Apkomindo Bogor, Agus yang sempat hadir memberikan dukungannya kepada Hoky, juga ikut menyampaikan bagaimana kondisi sebagian anggotanya di DPD Apkomindo Bogor yang harus merasa ketakutan dan juga serasa dintimidasi hingga seharusnya sudah akan melakukan kegiatan kegiatan, seperti pameran di wilayahnya, terpaksa harus ditunda hanya karena persoalan pemakaian logo Apkomindo yang diklaim secara sepihak oleh pribadi.

“Kejadian DPD Apkomindo Yogyakarta yang dilaporkan ke Polres kabupaten Bantul,  hingga pak Hoky harus menerima kurungan selama 43 hari dari pengadilan Negeri Bantul, cukup membuat khawatir DPD lainnya,” ujar Agus kepada media ini.

Karena menurutnya, perkembangan komputer di Indonesia harus mendapatkan dukungan dari seluruh pihak, bukannya malah dijadikan kepentingan pribadi dan golongan tertentu.

“Bagaimana bangsa ini mau maju dalam bidang tekhnologi komputer, jika belum apa apa persoalan logo sebagai tempat bernaung dan berbagi ilmu sesama pengusaha komputer harus terhenti di jalan, karena adanya intimidasi secara sepihak,” ujar Agus yang sangat berharap agar hakim memutuskan agar logo dan aset dikembalikan kepada organisasi yang sah dan sudah ada sejak berpuluh tahun lalu, dan bukannya kepada Apkomindo “Perjuangan” yang hanya demi kepentingan pribadi.

Karena ternyata Sonny yang mengklaim sebagai pemilik sah Logo Apkomindo memberikan syarat jika ada DPD atau siapapun yang mengatasnamakan dan berniat untuk menggunakan logo Apkomindo saat ini untuk suatu kegiatan, harus meminta ijin terlebih dahulu  kepada dirinya, yang sudah tentu saja menurut beberapa DPD ada imbal balik untuk menggunakan logo Apkomindo.

Sonny sendiri pada tahun 2010 lalu mengajukan kepada Dirjen Hak asli dan Kekayaan Intelektual sebagai pembuat dan pemilik sah logo Apkomindo.  Namun seperti yang terungkap  jika Apkomindo sendiri sudah ada  sejak tahun 1991 dan sudah memakai logo Apkomindo seperti yang dipakai sekarang.

(jall)

 

loading...