PB, JAKARTA – Kini beban yang harus ditanggung oleh Pegawai Negeri Sipil alias PNS akan semakin berat ketika pemerintah akan melakukan pemotongan dana pensiun akan dinaikkan menjadi 15 persen.

Rencana pemotongan gaji untuk pensiun ini akan ditargetkan dilakukan pada tahun 2020 sesuai dengan skema pensiun yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB), yang akan bekerjasama dengan Kementerian Keuangan.

Menurut Menteri PAN-RB, Asman Abnur pemotongan ini dibebankan langsung kepada gaji PNS, karena sebelumnya pemotongan hanya berkisar pada nilai 4,75 persen, karena masih ditopang oleh APBN, namun kini APBN akan ditarik, dan kesemuanya dibebankan langsung di gaji PNS dengan nilai total pemotongan sebesar 15 persen.

“Namun pegawai tidak perlu khawatir karena dana tersebut nantinya pada saat pensiun akan dikembalikan lagi,” ujarnya. sambil menambahkan jika beban APBN untuk dana pensiun pegawai negeri, dianggap cukup besar dengan nilai mencapai Rp. 103,26 triliun. Bahkan pada tahun 2017 bebannya naik menjadi Rp. 107,98 triliun, dan jika dibiarkan maka diperkirakan pada tahun 2027 nanti mencapai hingga Rp. 248,56 triliun.

Bahkan Asman menjamin jika sistim yang baru ini akan lebih mensejahterakan pegawai, terutama ketika pensiun nanti. Dengan mencontohkan para pejabat seperti seorang Sekda dengan gaji sebesar Rp. 44 juta, jika sebelumnya hanya dikenakan pemotongan sebesar 10 persen, maka ketika pensiun hanya menerima sebesar Rp. 4 juta dan menurut Asman sudah tentu tidak akan cukup untuk hidup selama sebulan di Kota Jakarta.

Asman memberitahukan kepada pegawai yang baru masuk, secara otomatis akan dilakukan pemotongan langsung dari gaji sebesar 15 persen. Sementara pegawai lama akan diberikan dua pilihan apakah dengan sistim sokongan APBN atau potong langsung melalui gaji.

Kini pertanyaannya adalah apakah para PNS akan pensiun saat ini ataukah akan pensiun nanti ketika dilakukan pemotongan langsung sebesar 15 persen.

(jall)

 

loading...