PB, INTERNASIONAL – Sepertinya hubungan ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan yang banyak di dominasi oleh Amerika Serikat, akan memasuki awal babak baru. Bahkan bisa saja terjadi sebuah kesepakatan yang baik atau mungkin juga sebaliknya akan bertambah buruk, ketika adanya sebuah rencana pertemuan Pemimpin Korut, Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang akan difasilitasi oleh Korea Selatan.

Kisah awal bergulirnya rencana pertemuan kedua pemimpin negara yang sering saling ejek dan juga saling ancam ini, bermula ketika sebuah kelompok delegasi dari Korea Selatan bertemu dengan Presiden Korut, Kim Jong Un, beberapa hari lalu.

Dalam pertemuan tersebut, salah satu yang paling penting untuk dibahas adalah rencana dari delegasi Korsel yang sangat menginginkan agar Kim Jong Un mau untuk duduk bersama dengan Donald Trump. Dan rupanya Kim Jong Un menyatakan minatnya untuk pertemuan tersebut.

Sementara itu rupanya rencana besar tersebut, mendapatkan respon positif dari Donald Trump yang menyatakan sepakat untuk melakukan pertemuan mereka. Kim Jong Un sebelumnya dikabarkan akan membicarakan persoalan krisis tersebut.

Sementara itu pihak Amerika Serikat melalui, Sarah Sanders selaku Juru Bicara Presiden Donald Trump, mengatakan jika Presiden Donald Trump juga menyatakan minatnya, dan pihak AS akan membicarakan persoalan Denuklirisasi, namun persoalan sanksi akan tetap dilanjutkan, ujar Sarah Sanders.

Rencana pertemuan keduanya masih belum disepakati, baik soal waktu dan tempat serta lokasi pertemuan akan diadakan dimana, belum diputuskan.

“Beliau sangat senang menerima pengumuman yang menggembirakan dari delegasi Korsel, dan juga menerima undangan untuk bertemu dengan Kim Jong Un di tempat dan waktu yang akan ditentukan berikutnya.” ucap Sanders, seperti yang dilansir Kantor Berita Antara dari AFP, jumat (9/3/19).

(sumber)

 

loading...