PB, BALI – Akibat dari hasil pemetaan dan survey yang dilakukan oleh World Bank yang bekerjsama dengan Universitas Udayana Bali, rencana Pemerintah Provinsi Bali melalui Gubernurnya, Pastika, agar Bali bisa memiliki jalur tranportasi kereta Api keliling Pulau Bali dan Bandara di bagian Utara Pulau Bali hampir saja terancam gagal.

Karena dari hasil survey yang dilakukan oleh keduanya menyebutkan jika munculnya kereta api mengelilingi Pulau Bali akan membuat polusi udara di Pulau Bali. Bahkan keinginan Pemprov melalui Gubernurnya, agar Bandara di Buleleng segera terwujud, juga ditolak oleh kedua tim survey.

I Made Mangku Pastika sendiri sempat dibuat repot oleh keduanya, selain survey yang dilakukan keduanya tanpa sepengetahuannya, juga solusi agar tidak membangun bandara di Buleleng dan jalur kereta api keliling Pulau Bali, menimbulkan isu ditengah masyarakat, hingga akhirnya sempat membuat geger sebagian masyarakat Pulau Bali.

Menurut Pastika, kabar tidak jadi dibangunnya Bandara dan jalur kereta api, berawal dari keduanya tim survey, terkait dengan kelayakan, namun proyek yang akan digarap oleh pemerintah pusat ini, menurut Pastika bukan batal namun sedang dikaji karena masih sebatas survey belum final.

“Saya menelpon Pak Luhut (Menko Kemaritiman) untuk mempertanyakan persoalan pembangunan bandara di Buleleng, yang kabarnya dihentikan, namun Pak Luhut mengatakan itu hanya survey dan belum final untuk dibatalkan.” ujar Pastika yang sedikit terhibur karena harus memberikan penjelasan kepada warga Pulau Bali yang sempat geger akibat berita tidak jadinya dibangun bandara.

Survey yang dilakukan oleh World Bank dan Udayana, masih berupa langkah awal, karenanya dalam pertemuan antara pihak Pemprov dan tim survey, dan Pastika berjanji akan mati matian membela dan berusaha untuk berargumen jika Bandara Buleleng layak dibangun.

“Survei memang difokuskan pada pembangunan infrastruktur untuk Bali, dan yang paling signifikan adalah airport di Bali Utara dan kereta api keliling Bali,” ujarnya sambil menambahkan jika dirinya sangat menyayangkan hasil survey yang belum resmi dipresentasikan kepada pemerintah pusat justru sudah beredar duluan di masyarakat.

Rencana pembangunan bandara di Bali Utara sudah direncanakan sejak tahun 2009, dan untuk memantapkan rencana tersebut, Pemprov Bali sudah mengeluarkan Perda Nomor 16 Tahun 2009. Dan dari hasil penggodokan yang dilakukan, tersisa dua perusahaan yang direncanakan akan mengerjakan proyek tersebut, masing masing PT. Bandara Internasional Bali Utara dan PT. Pembangunan Bali Mandiri yang diberikan rekomendasi langsung oleh Pastika.

(sumber/b360)

 

loading...