PB, JAKARTA – Sejak bergulirnya peraturan agar melakukan pendaftaran ulang kartu prabayar dengan menggunakan NIK dan KK, sudah banyak yang merasa pesimis dengan aturan yang dibuat oleh Kominfo, dikarenakan data data milik warga Indonesia semakin terbuka untuk publik, dan rawan digunakan untuk kejahatan.

Namun kegelisahan dan pertanyaan pertanyaan yang muncul dari masyarakat tidak terjawab dengan jelas oleh Kominfo, bahkan warga balik diancam apabila tidak melakukan daftar ulang, maka nomor mereka akan diblokir oleh pemerintah.

Setelah melakukan penundaan berulangkali, terkait dengan pemblokiran nomor kontak apabila tidak mendaftar ulang, mulailah bermunculan persoalan yang paling oleh warga, soal data kepemilikan NIK dan KK akan dipakai oleh orang lain, dan sudah tentu akan rawan digunakan untuk kejahatan.

Dan akhirnya temuan temuan oleh masyarakat akibat kebocoran data milik masyarakat yang sudah terlanjur mendaftar ulang, tidak diperdulikan oleh pihak Kominfo, bahkan Menteri Kominfo Rudiantara kepada wartawan mengatakan jika persoalan data, bukanlah menjadi tanggung jawab Kementerian namun masyarakat sendiri yang harus menjaganya.

Tentu saja ucapan Rudiantara langsung memantik kemarahan warga, dan netizen langsung mengecam pernyataan Rudiantara.

“Menteri yg aneh. Dia yg maksa masyarakat buat registrasi dia pulak yg suruh waspada lindungi data.Anda yg hrsnya jaga data masyarakat krn anda yg maksa spy registrasi. .” tulis akun milik @Umar_Hasibuan_

Dan kisah data yang dicuri dan digunakan oleh orang lain bukanlah isapan jempol, karena data milik orang tua atas akun bernama @Arisahputra_7 mengalaminya. Data ibu kandungnya dipakai oleh orang yang tidak dikenal.

Bg umar sy jadi korbannya, karna data ibu sy dipakai org lain utk registrasi no.2 itu si pencurinya. Lillahi Ta’ala sy tidak izin sampai akhirat sy tuntut semuanya.” @Arisahputra_7

DX2Hf-7VwAAcXbJ

Sy sudah minta klarifikasi ma tapi g’ digubris Ayo bikin tagar, biar melambung kebabblasan dr kebijakan yg t’ bijak  @ibnaby_

Registrasinya pakai ngancam, kalau g registrasi mau ngeblokir lagi ! Palagi data terlanjur masuk, bagaimana kita mo ngelindungi dan waspada? Kalau kami harus melindungi data kami, beri kami menu unreg registrasi. Gitu pak Menteri  .” @alief_zis

Padahal sebelumnya Kementerian Kominfo meyakinkan masyarakat jika data data yang akan dipakai untuk mendaftar tidak akan bocor atau dipakai oleh orang lain, namun ternyata data data tersebut bocor dan kominfo akhirnya mengakui jika ada kebocoran data. Seerti yang pernah terjadi kepada Aninda Indrastiwi yang kaget begitu mengetahui data data miliknya ternyata dipakai oleh lebih 50 orang pengguna kartu prabayar untuk mendaftar ulang.

Namun seperti biasanya pihak Kominfo, melalui Karo Humas Kominfo, Noor Iza mencoba mengelak, dengan mengatakan jika kesalahan bukanlah di pihak operator selular atau pemerintah, namun justru menyalahkan Aninda, dengan menuduh jika Aninda pernah memberikan data datanya kepada orang lain, hingga dipakai untuk mendaftar.

(jall)

 

loading...