PB, RIAU – Perintah Presiden Joko Widodo terkait dengan pemberian kemudahan kepada Tenaga Kerja Asing untuk melakukan pekerjaan di Indonesia, kepada Kementerian Tenaga Kerja dan Dirjen Imigrasi, rupanya mulai dimanfaatkan oleh beberapa perusahaan.

Salah satunya adalah PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang berlokasi di Provinsi Riau. Berencana akan mendatangkan 1.500 tenaga kerja asing asal China. Dan tentu saja mengundang reaksi warga dan pejabat di DPRD Riau.

Protes dilakukan oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Riau, Taufik Arrahman. Yang meminta agar persoalan ini harus diselesaikan dan dievaluasi kembali baik oleh pihakperusahaan maupun Pemerintah Daerah, terkait datangna pekerja dari China.

“Ini perusahaan yang berbasis pada penanaman modal dalam negeri, bukan modal asing, kenapa malah mau datangkan tenaga dari luar negeri sebanyak itu ?” ujar Taufik yang merasa jika kedatangan mereka nantinya akan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Taufik beralasan jika 1.500 TKA asal China tetap dipaksakan, maka persoalan dan penyakit sosial lainnya sudah jelas pasti akan muncul. Karena selain perbedaan emosional dan pola hidup serta kebiasaan yang berbeda, maka bisa saja menimbulkan gesekan dengan masyarakat lokal  setempat. Dan yang paling berbahaya yang harus diwaspadai munculnya persoalan penyakit lainnya.

“Ingat mereka datang tidak membawa istri, maka peluang prostitusi akan terbuka, dan pastinya ada yang memanfaatkannya,” ujar Taufik yang tetap tidak setuju jika harus mendatangkan TKA dengan jumlah ribuan dengan alasan apapun.

PT. RAPP April Group

Taufik memperkirakan dari 1.500 TKA yang akan masuk, diperkirakan hanya sekitar 10 persen saja yang dianggap memiliki keahlian khusus untuk bekerja di PT. RAPP, sementara sisanya bisa dilakukan oleh tenaga kerja lokal.

Sementara dari segi biaya, Taufik yakin jika TKA sudah tentu jauh lebih mahal dibandingkan dengan tenaga lokal, karena menurutnya, kedatangan mereka bukanlah dilakukan oleh pihak PT. RAPP , namun ada yang menjadi broker.

“Kebutuhan mereka soal transportasi, penginapan dan lain sebagainya sudah tentu memerlukan penanganan dari orang yang sudah berpengalaman dan biasa dengan kondisi tersebut,” ujar Taufik.

PT. RAPP sendiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang kertas, dan merupakan salah satu anak perusahaan dari Asia Pacific Resources International Holdings Ltd (APRIL), atau yang biasa dikenal dengan nama April Group, yang dimiliki oleh salah satu taipan, Sukanto Tanoto.

Sementara itu pendiri dan inisiator sekaligus Ketua Heikal Center, Heikal, merasa heran dengan rencana April Group untuk mendatangkan 1.500 TKA asal China, karena jika dilihat dari moto perusahaan seakan akan begitu gagah ingin membangun bangsa Indonesia.

“Moto mereka “Menciptakan penghidupan dan membangun bangsa secara bertanggung jawab” tapi tenaga kerja yang mau dipakai asal China, sementara tenaga kerja bangsa Indonesia masih banyak yang memerlukan pekerjaan,” pungkas Heikal.

 

 

loading...