PB, JAKARTA – Setelah melakukan “ancaman”kepada seluruh pelanggan selular di Indonesia, yang akan memblokir penggunaan nomor telpon selular yang belum diregistrasi oleh pemakai, Kini Menteri Kominfo, Rudiantara, mengagetkan masyarakat jika “perintah” kepada masyarakat agar melakukan registrasi ulang dengan menggunakan NIK dan KK tidak disimpan dan diarsip oleh pihak Kominfo.

“Kami tidak menyimpan data data pelanggan yang sudah melakukan registrasi, namun registrasi tersebut, langsung divalidasi ke Dukcapil (Kependudukan dan Catatan Sipil)  lalu kemudian dikembalikan kepada masyarakat.” ujar Rudi ketika diwawancarai di Gedung DPR RI, Senin (19/3/19). Bahkan Rudi membantah jika terjadi kebocoran data pelanggan, karena data tersebut, setelah divalidasi kemudian dikembalikan kepada masyarakat.

Namun proses pengembalian seperti apa yang dimaksud oleh Rudi tidak diterangkan dengan seksama, hanya saja Rudi mengatakan jika pihak Kominfo hanya mencatat berapa banyak jumlah pelanggan selular di Indonesia sesuai dengan hasil registrasi ulang. Bukan mengurus soal kebocoran data pelanggan. Bahkan Rudi mengklaim jika tidak ada kebocoran sama sekali. Walaupun banyak kejadian masyarakat yang kaget begitu tahu jika data NIK dan KK mereka ketika akan dipakai untuk registrasi ternyata sudah tercatat atas nama orang lain

Berita Terkaithttp://pembawaberita.com/2018/03/09/hati-hati-nik-kk-untuk-registrasi-ulang-dipakai-orang-lain-bukan-urusan-kominfo.html

“Kalau cuma mau tahu berapa banyak, kan bisa minta data ke pihak perusahaan selular, berapa banyak yang aktif, kenapa harus main ancam akan dimatikan jika tidak diregistrasi, lagian untuk apa data data tersebut muter muter ke dukcapil kalau sebenarnya data NIK dan KK keluarnya dari dukcapil juga.” ujar Darwis salah satu tokoh muda asal Maluku yang dihubungi melalui selularnya. Bahkan Darwis sendiri belum mau melakukan registrasi karena persoalan kebocoran data dari NIK dan KK yang saat ini banyak terjadi pada masyarakat.

Darwis merasa heran dengan tindakan pihak Kominfo yang memaksakan pelanggan selular untuk melakukan registrasi namun data yang masuk justru tidak diambil oleh Kominfo untuk disimpan, hanya karena ingin mengetahui berapa banyak jumlah pelanggan selular.

“Setelah tahu berapa banyak terus langkah Kominfo selanjutnya apa ?” tanya Darwis yang ditujukan kepada Kominfo khususnya kepada Rudiantara selaku penanggung jawab kementerian.

(jall)

loading...