PB, SURABAYA – Setelah 87 nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kediri yang berada di Unit Ngadiluwih dan Unit Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri menelan pahit dengan kehilangan isi saldo mereka secara misterius. Kini kisah serupa kembali muncul.

Dan yang menjadi korban adalah nasabah Bank Mandiri KCP Surabaya Graha Pena yang harus kehilangan uangnya dalam jumlah yang bervariasi. Salah satunya adalah Feri Maulina yang menceritakan jika pembobolan rekeningnya mencapai hingga Rp. 2,8 juta, namun Feri sama sekali tidak diberitahu oleh pihak bank berasal darimana pembobolan tersebut dilakukan.

“Teman saya juga mengalami hal yang sama, namun diketahui jika pembobolannya berasal dari Malaysia,” ujar Feri yang sedang mengurus pemblokiran rekeningnya agar tidak terkuras habis, Setelah disarankan oleh costumer service Bank Mandiri untuk melakukan pemblokiran.

Bahkan menurut Feri kejadian yang menimpanya, juga dialami oleh beberapa rekannya, dengan variasi mulai dari Rp. 178 ribu, hingga ada yang harus kehilangan hingga di atas Rp. 2 juta.

Menurut Heikal pendiri dan ketua umum Heikal Center, kondisi kejadian ini dilakukan dengan berbagai cara, namun Heikal mengingatkan kepada pihak bank bank plat merah agar bisa meningkatkan keamanan internet mereka.

“Jika kejadian ini terus berulang bukan tidak mungkin tingkat kepercayaan kepada bank pemerintah dari masyarakat semakin menurun, dan bukan tidak mungkin akan berpindah ke bank swasta,” ujar Heikal yang juga memiliki simpanan di beberapa bank milik pemerintah.

Bahkan Heikal menyinggung moto Bank Mandiri yang menyebutkan sebagai bank yang Terdepan dan Terpercaya, “Mottonya jangan hanya sekedar lips service, namun harus dibuktikan dengan sungguh sungguh,” ujar Heikal yang menyarankan kepada Bank Mandiri agar rajin melakukan lomba ataupun kegiatan IT agar bisa menjaring tenaga tenaga IT yang handal.

“Sepengetahuan saya, ahli ahli IT di Indonesia juga tidak kalah hebatnya dengan hacker luar negeri, sebaiknya bank dan institusi penting lainnya banyak melakukan penjaringan jago IT melalui lomba atau pameran,” pungkas Heikal.

(jall/sumber)

loading...