PB, JAKARTA – Temuan ikan kaleng dari merek Farmerjak, IO dan Hoki yang berisi cacing mati yang diketemukan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan membuat miris warga, bahkan warga meminta agar pemerintah tidak hanya memikirkan persoalan infrastruktur sementara persoalan importir barang yang mematikan bebas masuk ke Indonesia.

“Ikan kita dicuri nelayan dari China dan Philipina, lalu mereka kemas lagi kemudian dikirim ke Indonesia, ini yang menghancurkan negara secara masive.” ujar Darwis salah satu tokoh pemuda asal Maluku Utara.

Pernyataan Darwis ini bukan tanpa alasan, karena beberapa tahun lalu Darwis pernah menyaksikan bagaimana para pencuri pencuri ikan di sekitar perbatasan yang masuk wilayah Indonesia di Maluku Utara, bisa dengan bebas menjaring ikan yang diperuntukkan untuk ikan kaleng.

“Kami pernah memancing ikan yang sedikit jauh dari lokasi kepulauan Morotai, dan menyaksikan sebuah kapal yang berisikan orang orang China yang sedang melintas membawa hasil tangkapan jaring ikan ikan yang biasanya dikemas dalam kaleng,” ujarnya menceritakan kejadian beberapa tahun lalu.

Ketiga perusahaan pengimpor ikan kaleng berisi cacing ini, masing masing, PT. Interfood Sukses Jasindo untukl produk merek Hoki Mackerel, lalu PT. Prima Niaga untuk produk merek Farmer Jack dan PT. Maksindo Mitra Perkasa. Mendatangkan ikan kaleng tersebut, dari China.

BPOM bahkan sedikit kesal dengan sikap pemerintah China melalui badan pengawasan makanan mereka yang meloloskan ikan kaleng berisikan cacing mati tersebut. BPOM akhirnya bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk meminta penjelasan dari pihak pengawasan makanan China.

“Narkoba berton ton, lalu kini ikan sarden yang berisi cacing mati, ini sudah keterlaluan, pemerintah harus tegas, Presiden Jokowi jangan lagi membiarkan hal ini, harus ada teguran keras kepada pemerintah China.” ujar Darwis.

(jall)

loading...