PB, JAKARTA – Sejak Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dipimpin oleh ketuanya Romahurmuziy yang kemudian muncul sekelompok anggota partai dari “Kelompok” Djan Faridz yang melakukan klaim sebagai Ketua Umum yang sah maka partai berlambang Ka’bah ini semakin membuat anggotanya merasa terombang ambing.

Ketika dalam pilkada DKI Jakarta lalu, pada putaran pertama, Walaupun kelompok Romahurmuziy yang mendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana, masih memegang keabsahan sebagai kelompok yang diakui oleh Kementerian Hukum dan HAM, namun kelompok Djan Faridz tidak perduli dengan hal tersebut, lalu kemudian mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saeful Hidayat.

Sementara beberapa anggotanya, justru secara diam diam terpecah, dan salah satunya adalah Anggota yang duduk di DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Haji Lulung, pada putaran kedua secara terang terangan mendukung Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Walaupun tidak dipecat karena dianggap membangkang, namun langkah yang diambil oleh Haji Lulung mendapatkan dukungan dari anggota PPP DKI Jakarta.

Usai Pilkada, rupanya Djan  Faridz dan Romahurmuziy bersatu menggalang kekuatan PPP untuk mendukung Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk maju kembali dalam Pilpres yang akan dilaksanakan tahun 2019 nanti.

Namun Haji Lulung sepertinya merasa sudah tidak mungkin untuk bertahan di PPP. Kabar munculnya Haji  Lulung bersama dengan beberapa pengurus PPP DKI Jakarta yang diantaranya adalah anggota DPRD DKI Jakarta, menyatakan berpindah mencalonkan diri melalui Partai Amanat Nasional.

Kabar berpindahnya enam orang anggota PPP DKI Jakarta ke PAN untuk maju sebagai anggota dewan Provinsi DKI Jakarta muncul dari yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPW PAN  DKI Jakarta Bidang OKK, Boy Nurdin.

“Kami sedang menyiapkan sambutan yang cukup meriah atas kedatangan para tamu terhormat dari PPP untuk bergabung dengan PAN, jika perlu kami siapkan karpet merah sebagai salah satu bentuk penghargaan kepada Haji Lulung dan rombongan,” ujar Boy sambil menambahkan jika acaranya akan digelar sekitar bulan Agustus 2018 nanti.

Haji Lulung sendiri adalah salah satu anggota PPP yang cukup militan, bahkan bisa dikatakan “cinta” Haji Lulung kepada PPP tidak akan pernah tergantikan, namun kondisi para pimpinan partai yang justru bertentangan dengan kondisi politik di mata Haji Lulung dan kawan kawannya, membuat mereka segera mengambil sikap tegas untuk pindah partai.

Bahkan terdengar santer salah satu alasan yang juga menjadikan Haji Lulung terpaksa meninggalkan PPP, dikarenakan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy, tidak ingin mencalonkan Haji Lulung kembali dalam Pilkada berikutnya.

(jall)

loading...