PB, INTERNASIONAL – Walaupun belum diketahui untuk apa penggunaannya, namun kebocoran 1 juta data dari pemilik akun facebook asal Indonesia, dari 87 juta data akun yang bocor, dapat membuat perusahaan Facebook akan mengalami persoalan hukum secara serius.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan jika bocornya data facebook dari Indonesia sebanyak 1.096.666 dikarenakan adanya skandal antara pihak facebook dan Cambridge Analytica. Dan pihaknya sudah melaporkan ke pihak kepolisian. Jika kemudian terbukti dengan nyata maka pihak facebook membayar denda sebesar Rp. 12 milyar atau menjalani 12 tahun penjara.

Bocornya data facebook diperkirakan telah disalahgunakan oleh sebuah perusahaan analisis data politik di Inggris, Cambridge Analytica. Dugaan sementara jika data data tersebut digunakan untuk merancang kampanye Donald Trump tahun 2016 lalu.

“Kami akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu, dengan berbagai pihak yang terkait, termasuk didalamnya sanksi yang akan diberikan kepada pihak Facebook.”  ujar Rudiantara yang membuat instruksi kepada pihak Facebook untuk menutup aplikasi pihak ketiga. Dan meminta hasil audit pihak Facebook serta minta untuk comply (memenuhi) regulasi.

Skandal bocornya data pemilik facebook dari berbagai negara, hampir saja membuat facebook kolaps, dikarenakan saham milik facebook turun drastis.

Tokoh pemuda asal Maluku Utara, Darwis menanggapi permintaan Kominfo agar perusahaan Facebook memenuhi aturan dari pemerintah, sudah bagus, namun Darwis meminta agar regulasi tersebut tidak digunakan untuk kepentingan sepihak untuk pemerintah.

“Jangan sampai regulasi tersebut justru dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok untuk berkuasa sesuai dengan keinginan mereka, tanpa melihat hak hak masyarakat,” ujar Darwis yang menyambut baik dan menyarankan agar regulasi dari pemerintah fokus dalam hal narkoba, miras dan seks bebas termasuk didalamnya LGBT.

(jall/sumber)

 

loading...