PB, SULTRA – Komando Resort Militer (Korem) 143/Haluoleo yang berada di wilayah teritorial Komando Daerah Militer (Kodam) XIV/Hasanudin, menggelar dua kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) sepanjang bulan April 2018. Kegiatan pertama TMMD Regular ke 101 dengan tahun anggaran 2018, mengambil lokasi di wilayah Kodim 1416/Muna, di Desa Marobea, Kecamatan Sawarigadi, Kabupaten Muna Barat, yang pembukaannya sudah dilakukan pada hari Rabu dengan inspektur upacara Wakil Bupati Muna Barat, Achmad Lamani, yang mewakili Bupati yang tidak bisa hadir. Achmad didampingi langsung oleh Komandan Korem 143/HO, Kolonel Arm. Dedi Nurhadiman.

Sementara untuk kegiatan keduanya, berupa TMMD Imbangan yang dilaksanakan oleh Kodim 1417/Kendari di salah satu wilayah wisata Pulau Labengki, Desa Labengki, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara. Dan pembukaan kegiatan dilaksanakan secara bersamaan dengan upacara pembukaan di Muna Barat. Bupati Konawe Utara, Dr. Ruksamin hadir langsung bersama dengan Dandim 1417/Kdi Letkol Kav. Eko Hermawan Yuniarso.

Dalam kesempatan sebuah wawancara dengan awak media, Danrem 143/HO, Kolonel Arm. Dedi Nurhadiman mencoba menjelaskan perbedaan antara TMMD Regular dan TMMD Imbangan. TMMD regular sifatnya atas perintah komando langsung, yang waktu, satuan dan anggaran operasionalnya sudah disiapkan. Sementara TMMD Imbangan berupa inisiatif tingkat bawah, yaitu Kodim.

“Untuk TMMD Imbangan tidak mendapatkan dana anggaran operasional dari komando atas, seperti TMMD regular, namun TMMD Imbangan tetap merupakan pengimbangan progam TMMD regular di kabupaten lainnya,” ujar Dedi melalui selularnya.

TMMD Regular sifatnya adalah kelanjutan dari kegiatan TMMD yang dilaksanakan setiap tahunnya, karenanya TMMD regular memiliki nomor kegiatan yang kesekian kalinya. Dan satuan yang ditunjuk secara berurutan di masing masing Korem. TMMD Imbangan tidak, dikarenakan bersifat pengimbangan kegiatan TNI masuk desa di Kabupaten lainnya.

“Namun bisa saja TMMD Imbangan dikarenakan lebih bersifat inisiatif, maka pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi wilayah. Namun tidak menutup kemungkinan jika Pemda setempat yang memiliki inisiatif untuk bekerjsama dengan pihak TNI untuk melaksanakan TMMD imbangan.” ujar Danrem yang pernah menjadi Arbituren Akmil 1991. Dedi menambahkan jika pelaksanaan TMMD regular berlangsung selama 2 tahun, sementara TMMD imbangan disesuaikan dengan kebutuhan tertentu dengan persetujuan dengan pemerintah daerah setempat.

Sementara itu, Kapenrem 143/Ho Mayor Inf. Azwar Dinata menambahkan, baik TMMD Reguler maupun TMMD Imbangan sama-sama memiliki sasaran fisik dan non-fisik. Untuk TMMD Reguler ke-101 di wilayah Kodim 1416/Muna memiliki 18 sasaran fisik di Kabupaten Muna Barat, di antaranya pembuatan pagar SDN 1 Lawa di Desa Latugho, pembuatan areal parkir wisata di Desa Latugho dan pembangunan drainase lingkungan di Desa Sukadami Labokolo. Sedangkan sasaran non-fisik yang akan dilaksanakan antara lain, penyuluhan tentang Buta Aksara, bela negara, sosialisasi bahaya HIV/AIDS, penyuluhan bahaya Narkoba, penyuluhan Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB).

“Sedangkan TMMD Imbangan di wilayah Kodim 1417/Kendari memiliki 9 sasaran fisik, di antaranya rehabilitasi puskesmas pembantu, rehabilitasi sekolah dasar dan pembangunan homestay desa wisata. Serta ada pula sasaran non-fisik yang relatif sama dengan TMMD Reguler,” tandasnya.

(jall/Penrem143).

loading...