PB, JATENG – Di Kota Solo saat ini sedang menjamur warung warung makanan yang menjual daging anjing sebagai menu andalan mereka. Dan perdagangan daging anjing di Kota Solo sanga marak, karena mendapatkan perlindungan dari peraturan daerah. Menurut Walikota Solo F.X. Hadi Rudyatmo, mereka bebas berdagang dikarenakan tidak adanya regulasi untuk pelarangan berjualan daging anjing di Kota Solo sejak dahulu.

Kini daging anjing di Kota Solo semakin banyak peminatnya, salah satunya Heru Krisnandi, Warga Kota Solo ini merasakan sensasi energik usai menyantap daging anjing, Namun ironisnya, Heru justru memiliki seekor anjing peliharaan.

Walaupun memiliki seekor anjing peliharaan di rumah, Heru tidak berniat untuk membunuh dan menyantap dagingnya, namun berbeda ketika daging anjing yang dijual dalam sajian di warung warung, Heru tidak perduli darimana asalnya dan bagaimana caranya membunuh anjing anjing tersebut. eeprti yang dikatakannya kepada media The Jakarta Post, baru baru ini.

Heru juga tidak mau tahu soal protes yang dilakukan oleh aktifis hak hewan, yang mengatakan jika anjing anjing tersebut diperlakukan secara brutal untuk dibunuh lalu kemudian dipotong untuk diambil dagingnya untuk disajikan bagi penggemarnya.

Rupanya daging anjing di kota asal Presiden Jokowi ini, menjadi salah satu bisnis menguntungkan bagi penjualnya, karena Sukardi yang menjual masakan berbahan daging dari anjing sejak tahun 1979 sampai sekarang bisa membuka cabang untuk warungnya hingga empat buah, dengan menu andalan dari daging anjing.

Keuntungan yang didapat oleh Sukardi dari berdagang anjing memang menggiurkan, bayangkan untuk seekor anjing Sukardi hanya membayar Rp. 150.000 per ekor, dan Sukardi membutuhkan 8 hingga 12 ekor anjing, sementara dari keuntungannya menjual daging anjing, Sukardi meraup untung rata rata Rp. 3 juta perhari.

Untuk memenuhi “rakusnya” warga Kota Solo menyantap anjing, mereka memakai jasa untuk mencari anjing anjing hingga ke daerah Jawa Barat dan Jawa Timur, karena untuk memenuhi 1.200 ekor anjing perhari di warung warung penual daging anjing di Kota Solo tidaklah mudah.

Selain Kota Solo yang dikenal juga sebagai penikmat daging anjing adalah Kota Manado, dan bahkan dengan mudahnya setiap orang bisa mendapatkannya dengan mudah di pasar pasar yang memang dijual dengan terbuka.

Fredy Irawan, selaku ketua komunitas bernama Dog Friends Surakarta, mencatat ada 136 warung yang bebas berdiri dan menjual makanan dengan menu dari daging anjing, seperti Sengsu dan sate anjing yang paling banyak dinikmati.

Fredy terus memperjuangkan penghentian penjualan daging anjing, agar praktik “bar bar” yang dilakukan ketika membunuh anjing dihentikan, karena dari hasil investigasi yang mereka lakukan, anjing anjing tersebut kadang tidak dipotong, namun dicekik atau ditenggelamkan hingga mati.

“Mereka lakukan itu, karena para penggemar daging anjing lebih suka jika darahnya meresap masuk dalam daging,” ujar Fredy.

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo rupanya memang sengaja membiarkan praktik tersebut, hanya karena alasan tidak adanya regulasi yang justru bisa dibuat untuk melarang. Walaupun dari hasil pendataan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah tahun 2017, warga Kota Solo menjadi pemakan daging anjing terbanyak di Provinsi Jateng. Bahkan dari catatan Dinas, jika pada tahun 2015 lalu hanya tercatat 63 anjing yang dipotong setiap hari, pada tahun 2017 naik menjadi 400 ekor perhari.

Cara untuk mendapatkan anjing anjing untuk memanjakan penggemarnya, banyak dilakukan dengan mencuri anjing peliharaan di rumah. Yayasan Perubahan untuk Hewan (CFAF) mencatat dari laporan yang mereka dapatkan sekitar 8.000 ekor anjing dipotong setiap pekannya dan kebanyakan berasal dari anjing peliharaan yang dicuri.

 

Lola Webber dari CACF mengingatkan jika mengkomsumsi daging anjing justru rentan dengan penyakit, karena anjing adalah hewan yang paling banyak menderita penyakit rabies, “Untuk kesejahteraan hewan, dan tidak mengkomsumsi daging anjing justru labih bagus untuk kesehatan,” ujarnya.

(mr/kcm/sumber)

 

loading...