PB, JAKARTA – Entah apa yang dipikirkan oleh Menteri Agama, Lukman Saifuddin, ketika sekelompok orang yang menamakan diri sebagai anggota Islam Nusantara Center melakukan kegiatan mereka di rumah dinas Widya Chandra milik Kementerian Agama.

Tampak para anggota kelompok Islam Nusantara Center dengan bangganya bisa mendapatkan pengakuan dari seorang menteri agama yang seharusnya tidak membolehkan sebuah aliran yang mengatasnamakan agama dan juga tidak jelas asal usulnya, untuk menjadi sebuah agama lewat sebuah kajian yang hanya dilakukan secara berkelakar.

“Agama itu serius, karena menyangkut hidup mereka kelak nantinya, apalagi Islam, tidak mungkin umat Islam di Indonesia mau mengakui yang namanya islam nusantara, jangankan kitabnya, cara berdoa dan shalat seperti apa dan kepada siapa mereka menyembah, kan tidak jelas,” ujar Heikal yang juga salah satu alumni 212.

Heikal menyayangkan tingkah laku Lukman Saifuddin yang memberikan ruang secara terbuka dan bebas kepada kelompok yang membawa bawa nama islam kedalam aliran mereka. Menurut Heikal sebaiknya mereka tidak perlu memakai kata islam.

“Sebaiknya mereka ikut bergabung saja dengan aliran kejawen atau aliran apalah namanya tanpa perlu memakai kata islam,” ujar Heikal yang terlihat sedikit jengkel dengan tingkah laku Lukman Saifuddin yang dianggapnya sudah tidak pantas untuk menadi seorang menteri agama.

Heikal mengingatkan jika pemerintah hanya mengakui adanya lima agama sejak dulu, Islam, Kristen (Katolik), Protestan, Hindu dan Budha. Jadi persoalan munculnya aliran baru yang mengklaim sebagai sebuah agama tidak boleh diberikan ruang, apalagi sampai seorang menteri agama memberikan kesempatan untuk bersama sama berdiskusi dalam bentuk kajian.

Kejengkelan Heikal, disebabkan dari munculnya sebuah foto yang diunggah oleh akun resmi milik Kementerian Agama @Kemenag_RI yang menuliskan suasana para anggota aliran Islam Nusantara bersama Lukman Saifuddin yang digambarkan sedang dalam kondisi santai dan senang, sambil membahas tentang Islam Nusantara.

Gayeng…. Menag ngobrol akrab dgn peserta usai kajian Islam Nusantara dan Manuskrip Indonesia yg digelar Islam Nusantara Center di Rumah Dinas Widya Chandra.” tulis @Kemenag_RI

Menurut Heikal hal ini bisa menjadi semakin meruncing, diakibatkan muncul dan dibebaskannya sekelompok aliran aliran yang dianggap bagian dari Islam, seperti syiah dan juga ahmadiyah, di Indonesia tanpa perlu merasa takut kepada pemerintah atau pihak keamanan akan ditangkap. Hingga akhirnya muncul sekelompok orang yang kemudian memberanikan diri ikut memunculkan adanya aliran baru islam nusantara.

“Ini bagian dari strategi untuk melumpuhkan agama Islam, dan mereka memecah belah dengan memasukkan aliran aliran yang tidak jelas, kemudian munculah aliran seperti islam liberal lalu kini ditambah lagi islam nusantara, lama lama muncul juga islam kecebong, atau mungkin sudah ada ?” ujar Heikal bertanya dengan serius.

(jall)

loading...