Pembawaberita.com – Pematangsiantar -Pertemuan pedagang dan Mahasiwa dengan Pihak Pemko Kota Pematang siantar yang sudah Dijadwalkan, gagal Total Dan harus ditunda tepatnya di Kantor lingkungan Kerja Pemerintah kota pematangsiantar (PEMKO SIANTAR) di Jalan Merdeka Kelurahan Proklamasi Kelurahan Siantar Barat . Sekira pukul 10.00 (11/04/2018)

Sebelumnya pedagang dan Mahasiswa sudah turun Aksi kejalan untuk Menolak Adanya Pembangunan gedung Balerong yang akan dilakukan Oleh Pihak PD PHJ kota pematang Siantar senin (09/04/2018) yang pada akhirnya Pihak Pemko berjanji akan melakukan pertemuan antara PD PHJ dan pedagang Serta Mahasiswa .

Namun Mirisnya pertemuan yang sudah di rencanakan (11/04/2018) sudah diatur oleh Pihak Pemko tersebut yang memakai ruangan yang sangat tidak memadai atau bermuatan yang sempit yang terletak di sudut ruangan Bapeda .

Lalu Seorang staff Pemko Kota Pematang siantar Junaedi mengatakan ” Ruangan Yang di pakai Hanya Bermuatan 20 bg, jdi Buat mereka Yang mewakili saja lh masuk , dan Ruangan Yang besar itu tidak bisa Di pakai bg karena Soundsistemnya Kurang memungkin kan ” ucapnya kepada Para pedagang dan Mahasiswa
Namun Pada Saat Itu Ruangan Bapeda Pemerintah Kota Pematang Siantar Pernah Terpakai Dalam Acara Seminar Pengusaha Perempuan, akan tetapi saat Pedagang dan mahasiwa Meminta masuk didalam ruangan tersebut Pihak pemko Hanya bisa Beralasan yang tidak masuk di akal.
Dikarenakan ruangan Tersebut tidak memungkinkan pertemuan tersebut di Tunda oleh Pihak Pemko Kota Pematang siantar , dan Pihak Pihak Pemko dan PD PHJ meminta pertemuan di gedung 1 lantai 4 pasar horas kota pematang siantar namun Hal Itu Di tolak Pedagang mentah mentah.

Dan para pedagang bersorak beramai ramai dengan mengatakan kepada Sekda Kota Pematang siantar Budi Utari siregar ” kami mau pertemuan kami di pemko ini, rumah masyarakt ini, Kami tidak Mau di Gedung 2 pasar Horas, Karna kami mau berjumpa Pak walikota ” ucap pedagang beramai ramai .

Lanjut pedagang mengatakan di hadapan Budi utari siregar ” mereka tidak butuh sosialisasi melainkan membatalkan Pembangunan yang akan dilakukan PD PHJ yang hanya terkesan dijadikan ajang korporasi kepentingan untuk keuntungan beberapa pihak tanpa memperhatikan kondisi perekonomian pedagang kaki Lima (PKL) sebagai masyarakat kecil ujar pedagang Dihadapan Sekda Budi utari

(Try/Tony/Red)

loading...