PB, JAKARTA – Memasuki sidang ketiga Pra peradilan terhadap  Markas Besar Kepolisian RI terkait dengan penyitaan kapal mewah Equanimity yang ditangkap di perairan Bali beberapa waktu lalu, menghadirkan saksi ahli dari pihak termohon, pemilik kapal, melalui pengacaranya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Saksi ahli yang dihadirkan oleh pihak pemohon berasal dari salah satu pengajar Hukum Pidana di Universitas Indonesia. DR. Eva Achjani Zulva SH. MH yang juga dikenal sebagai salah satu ahli hukum pidana di Indonesia.

Dalam keterangannya saksi ahli menjabarkan proses yang harus dipenuhi oleh dua belah pihak penegak hukum, terkait dengan kerjasama dalam hukum pidana Indonesia dengan pihak luar negeri, yang ada di UU Nomor 1 tahun 2006 Tentang Bantuan Timbal Balik dalam masalah pidana. Dimana dalam setiap proses bantuan hukum pidana yang diminta oleh negara lain kepada penegak hukum di Indonesia, diharuskan melalui Kementerian Hukum dan HAM yang kemudian diteruskan kepada pihak penegak hukum di Indonesia.

“Jadi pada dasarnya, sistim yang dilakukan oleh pihak kepolisian yang menyita kapal mewah berdasarkan permintaan pihak FBI Amerika Serikat, menyalahi aturan yang sudah termuat di UU nomor 1 tahun 2006, walaupun alasan yang dipakai oleh pihak kepolisian adalah police to police,” ujar Eva yang diwawancarai usai persidangan yang memakan waktu hampir 6 jam.

Sebelum dilaksanakannya pemeriksaan saksi ahli, pihak termohon sempat mengajukan beberapa bukti yang menguatkan permohonan mereka, agar pihak Kepolisian Indonesia harus melepaskan kapal mewah Equanimity beserta awak kapal, termasuk nakhodanya yang sedang ditahan, karena dianggap menyalahi prosedur penyitaan.

 

Dalam salah satu bukti yang diserahkan kepada Hakim PN Jakarta Selatan, adalah video yang menayangkan pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dimana dalam video tersebut, Tito menyebutkan jika penyitaan yang dilakukan pihak kepolisian berdasarkan permintaan bantuan dari pihak FBI selaku sesama penegak hukum, terkait dengan persoalan pelanggaran hukum seperti yang diberitakan jika kapal Equanimity adalah hasil dari kejahatan pencucian uang di Malaysia yang kemudian di pakai untuk membeli kapal mewahtersebut, adalah urusan pihak FBI.

(jall)

loading...