PB Kendari : Perkebunan Desa Suka Damai kerap tergenang  disaat musim penghujan, bahkan mencapai puluhan hektar. Ditambah lagi jalanan yang menghubungkan Desa Labokolo dan Desa Suka Damai menjadi lumpuh saat kawasan tersebut tergenang banjir, permasalahan ini berlangsung hingga berpuluh-puluh tahun. Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Suka Damai I Ketut Putra Yasa. “Kalau musim hujan, air juga meluber hingga ke jalanan sehingga melumpuhkan transportasi di desa kami” imbuh Kepala Desa.

Mengatasi permasalahan yang terjadi, maka dibuat suatu kesepakatan bersama warga yang ikut merasakan dampak negatif banjir, agar wilayah itu dibangun drainase yang menghubungkan langsung dengan dua sungai yang mengapit dua desa tersebut. “Saluran ini tersalur langsung ke Sungai Labokolo dan ke Sungai Katangana” ujar Kepala Desa kembali.

Dengan pembuatan drainase di desanya diharapkan dapat menuntaskan permasalahan banjir yang kerap menggenangi perkebunan warganya.

“Untuk kelancaran pekerjaan itu, saya perintahkan  aparat saya untuk selalu memantau dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh warga” jelasnya.

Pembuatan drainase tersebut melibatkan Satgas TMMD yang dibantu oleh 15 warga dari Desa Suka Damai bersama 6 warga Desa Labokolo.

Salah seorang warga Desa Suka Damai, I Ketut Nengah mengatakan bahwa dengan kehadiran Satgas TMMD di desanya yang membangun drainase itu seakan menjadi penawar bagi permasalahan warga yang selama ini belum terjawab. “Kami sangat bersyukur sekali pak dengan kehadiran bapak-bapak TNI ini” ujar Ketut Nengah Warga Desa Suka Damai.

Ketut Nengah juga menuturkan dengan pembangunan drainase tersebut puluhan hektar kebun Kakao milik warga dapat terselamatkan.

Adanya partisipasi aktif warga yang secara sukarela bersama Satgas TMMD merupakan wujud dari rasa syukur warga serta menjadikan TNI menjadi lebih dekat dengan rakyat. (Penrem 143/Red)

loading...