PB, JAKARTA – Ketika Presiden Joko Widodo alias Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden nomor 20/2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing, banyak masyarakat mempertanyakan kinerja Jokowi terkait dengan kepedulian dirinya atas nasib anak negeri yang sedang mencari pekerjaan.

Lonjakan jumlah tenaga produktif yang belum bekerja saat ini dianggap cukup tinggi. Dari catatan yang disampaikan oleh Badan Pusat Statisitik, pada bulan Agustus 2016 jumlah pengangguran di Indonesia, mencapai 7,03 juta orang, dan pada bulan Agustus 2017 naik menjadi 7.04 juta orang, atau sekitar 100.000 tenaga produktif menganggur.

Jumlah tersebut meningkat justru terjadi belum ditandatanganinya Peraturan Presiden nomor 20/2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Jadi bisa dibayangkan ketika Perpres tersebut dibuat, maka secara otomatis semakin memperlebar pintu masuk TKA asal China yang justru tidak memiliki kualifikasi ahli.

Belum lama ini sebuah foto yang dikirimkan ke redaksi, memperlihatkan sebuah antrian yang cukup panjang terjadi di Cikarang, dimana dalam keterangan foto yang dikirimkan, jika antrian yang terjadi hingga memanjang seperti ular tersebut, dikarenakan banyaknya pelamar yang ingin bekerja di salah satu gerai makanan cepat saji, McDonald Cikarang. Tampak dalam antrian mereka berjejer dalam dua baris sambil menenteng lamaran kerja yang dibungkus dalam amplop besar berwarna coklat.

Dari ucapan Mirah Sumirat Presiden Aspek (Asosiasi Pekerja) Indonesia, yang belum lama ini menumpahkan di kekesalannya di salah satu stasiun televisi, mengatakan jika kemunculan tenaga kerja asal China justru bekerja di sektor “pinggir”. Dimana pekerjaan hanya sebagai supir ataupun menggali untuk pondasi bangunan juga didatangkan dari China.

(jall)

loading...