PB, KALBAR – Wabah campak menyerang warga di Dusun Landau Mentawa, Desa Pantok, Kecamatan Nanga Taman, Kalimantan Barat, beberapa minggu terakhir. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau diminta bertindak cepat mengatasi penyakit menular tersebut dengan pemberian imunisasi atau vaksin kepada masyarakat.

“Saya mendapat laporan bahwa ada banyak masyarakat di wilayah Desa Pantok yang terkena wabah penyakit campak,” kata Bupati Sekadau Rupinus yang meninjau langsung kondisi warga di Dusun Landau Mentawa, Desa Pantok, Sabtu.

Rupinus menyambut baik penanganan secara cepat yang dilakukan oleh dinas kesehatan Kabupaten Sekadau dalam menanggulangi wabah penyakit campak yang dialami oleh warga masyarakat di dusun landau mentawa desa pantok kecamatan nanga Taman.

Ia juga mengingatkan, bahwa penyakit campak dan rubella sangat berbahaya karena dapat menimbulkan kecacatan. Karena itu, Dinas Kesehatan kabupaten Sekadau harus mengkampanyekan imunisasi measles rubella atau imunisasi MR.

“Jumlah kasus campak dan rubella di Kabupaten Sekadau seperti yang terdapat di dusun landau mentawa dan dusun Kayayo bukan angka yang kecil, kondisi ini perlu mendapatkan perhatian serius kita bersama, salah satunya dengan mendukung program imunisasi MR,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau St. Emanuel, SKM dan beberapa pejabat serta Staf teknis, bidan, perawat dan dokter di lingkungan dinas kesehatan termasuk juga kepala puskesmas Nanga Taman turun langsung memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di dusun landau mentawa.

Menurut Emanuel, warga yang terkena wabah penyakit campak terdapat di dua dusun yakni Landau Mentawa dan Keyayo. Untuk di Dusun Landau Mentawa ada 12 orang dan warga di RT Loboy Dusun Keyayo sebanyak 62 orang. Sebagian yang terkena wabah penyakit campak adalah anak-anak.

“Wabah penyakit campak ini harus segera kita tangani, karena ini adalah penyakit menular, kalau tidak segera maka akan menular dengan warga yang lain. Gejala yang timbul pada wabah campak ini adalah badan panas dan batuk, yang kalau tidak segera ditangani bisa berbahaya bagi si penderita,” kata dia.

(Red/ Iast/B360com)

loading...