PB, JAKARTA – Sidang perdana ujaran kebencian yang ditetapkan kepada musisi Ahmad Dhani, senin (16/4/19) berjalan singkat, walaupun awalnya Ahmad Dhani sempat tertahan di pagar pintu masuk pengadilan Negeri Jakarta Selatan, karena harus melayani permintaan wawancara, namun Ahmad Dhani tetap menyiapkan diri bersama pengacaranya dari Advokat Cinta Tanah Air.

Ujaran kebencian yang dituduhkan kepada Ahmad Dhani usai menuliskan di akun sosial media miliknya, @AHMADDHANIPRAST yang menyebutkan jika seluruh penista agama wajiba diludahi. hingga akhirnya pendukung Ahok, Jack Boyd langsung melaporkan cuitan Ahmad Dhani.

“Saya tidak mengerti dengan pemerintah sekarang, ujaran kebencian yang bagaimana yang dituduhkan kepada Ahmad Dhani ?” tanya Ratna Sarumpaet yang ikut datang bersama dengan Ahmad Dhani dan salah satu rekannya dari ACTA, Inge Mangundap.

Menurut Ratna tulisan Ahmad Dhani hanyalah akal akalan untuk meredam musuh musuh politik pemerintah, karena menurutnya jika ujaran tersebut ditujukan kepada koruptor atau pengedar narkoba apakah juga sama disebut sebagai ujartan kebencian.

“Kalau ada yang menyebut “Semua pengedar narkoba wajib diludahi” atau “Semua koruptor wajib diludahi” apakah juga kena pasal ujaran kebencian ?” ujar Sarumpaet yang diwawancarai secara terpisah oleh media ini.

Dengan memaksakan Ahmad Dhani menjalani sidang dengan kasus ujaran kebencian, justru akan membuat pemerintah saat ini lebih lemah dan tidak berdaya untuk menghadapi kekuatan kepentingan segelintir orang, apalagi muatan sidang terhadap Ahmad Dhani dan juga laporan terhadap Amien Rais dianggapnya tidak lebih hanya untuk memberangus lawan lawan politik pemerintah saat ini.

Justru Ratna merasa jika ujaran kebencian yang dilakukan oleh beberapa politisai yang dilaporkan dan belum dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian yang harusnya dilakukan secepatnya. Ada nama Viktor Laiskodat yang sampai saat ini sama sekali belum pernah dilakukan pemeriksaan apalagi dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian.

Dalam sidang Ahmad Dhani meminta kepada hakim agar sidang pada hari senin berikutnya dengan agenda pembacaan eksepsi dilakukan pada pukul 13.00 agar sidang berjalan lebih cepat.

(jall)

loading...