PB, JAWA BARAT – Klaim atas pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sebagai sebuah prestasi bagi Presiden Joko Widodo yang rencananya akan digunakan untuk pemberangkatan jamaah haji pada tahun 2018 nanti, oleh Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari, dianggap sebagai klaim sepihak oleh netizen.

Klaim Muhamad ini dianggap sebagai hal yang memalukan, dikarenakan bandara yang dibangun oleh PT. Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), disebutnya sebagai sebuah megaproyek yang menghabiskan dana hingga trilyunan rupiah. Bahkan klaim ini disebutnya akan mendongkrak suara untuk Jokowi pada pilpres 2019 nanti.

“Ini adalah sebuah prestasi dari Presiden Jokowi, karena akan mendongkrak jumlah jiwa pilih yang pada pilpres lalu kurang baik,” ujar Muhamad Qodari.

Namun klaim oleh Muhamad ini, dianggap oleh netizen sebagai sebuah hal yang memalukan, dikarenakan dari berita yang berhasil dirangkum, ternyata dari segi pembiayaan untuk membangun BIJB justru berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Jawa Barat, yang juga nantinya akan menjadi pemegang saham mayoritas BIJB.

Direktur Utama PT. BIJB, Virda Dimas Ekaputra menyebutkan untuk anggaran pembangunan bandara tersebut senilai Rp. 2,1 triliun, dan 70 persennya atau senilai Rp. 1,47 triliun ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp. 750 milyar dan sisanya 30 persen ditanggung melalui hutangan dari pihak bank.

Karenanya pihak netizen meminta para pendukung Jokowi tidak memanfaatkan momen tersebut dengan mengklaim jika pembangunan BIJB murni dari usulan pemerintah pusat termasuk dengan pembiayaannya.

Pihak Pemprov sendiri selaku pemegang utama saham BIJB, berencana untuk mencoba menawarkan kepemilikan saham sebesar 9 persen kepada pihak lainnya, dan diprioritaskan akan diberikan kepada pihak PT. Angkasa Pura untuk ikut bersama mengelola keberadaan BIJB.

Sebelumnya pada Rabu (18/4) Presiden Jokowi bersama rombongan mengunjungi pembangunan BIJB yang diperkirakan akan rampung pada bulan Juni 2018, dan diperkirakan akan bisa menampung jamaah haji yang akan berangkat ke tanah suci.

(jall)

loading...