PB, JAKARTA – Ketika tagar #2019GantiPresiden menjadi viral bahkan bukan hanya terjadi di sosial media, namun juga dalam kehidupan sehari hari masyarakat Indonesia, dengan dijualnya baju kaos yang bertuliskan tagar tersebut, membuat Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengeluarkan “uneg unegnya terkait dengan ramainya tagar tersebut.

Jokowi bahkan mengingatkan para pendukungnya jika tulisan #2019GantiPresiden hanyalah sebuah tulisan kiasan di baju kaos, dan baju kaos tidak mungkin menjadi presiden, karena yang harus menjadi presiden adalah manusia, bukan baju kaos.

Hal ini tentu saja menjadi bahan tertawaan para netizen yang menggelorakan tagar tersebut hingga berulang kali menjadi trending topik indonesia. Bahkan sebuah poling yang dilakukan berawal dari ucapan Jokowi yang heran jika dirinya akan digantikan baju kaos menjadi presiden justru semakin “laris” dan banyak yang me retweet sebagai salah satu pilihan untuk memilih baju kaos. Dan yang memilih baju kaos sebanyak 3.825 orang, sementara yang memilih Jokowi hanyalah 231.

Fenomena tagar #2019GantiPresiden rupanya bukan hanya menjadi viral di Nusantara, selain banyaknya baju kaos yang dicetak dan dijual laku, juga spanduk spanduk berukuran besar mjuga ikut dipasang oleh warga, seperti yang dilakukan oleh warga Sumatera Utara yang memasang spanduk berukuran besar di salah satu mesjid di Medan lengkap dengan tulisan #2019GantiPresiden secara konstitusional.

Kini tagar tersebut juga mulai dibuat oleh beberapa warga Indonesia yang berada di luar negeri, seperti sebuah foto yang memuat empat orang pemuda di Turki mengangkat dan memamerkan tagar tersebut yang dibuat di sebuah spanduk yang berukuran cukup besar.

“Mereka mengucapkan kecintaannya kepada negara mereka, ya kita sebut saja “From Turkey With Love,” ujar Heikal salah satu anggota Partai Gerindra yang juga insistor sekaligus pencetus Heikal Center.

(jall)

loading...